JombangBanget.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan meminta lulusan Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng tidak hanya menjadi pencari kerja atau job seeker, tetapi menciptakan lapangan kerja.
Pesan itu disampaikan saat Zulhas memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Magister Unhasy Tebuireng, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Unhasy Tebuireng, Jombang menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2).
Baca Juga: Gus Faris Nilai Kiai Said Aqil Layak Jadi Rais Aam PBNU
Sebanyak 764 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh nasional, pemuka agama, keluarga besar zuriah Pesantren Tebuireng, serta keluarga wisudawan.
Rangkaian wisuda dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan kirab wisudawan dan senat. Momentum tersebut menjadi puncak capaian akademik bagi para lulusan sekaligus awal untuk mengimplementasikan ilmu dan mengabdi di tengah masyarakat.
Di jajaran meja kehormatan hadir Dewan Pembina Yayasan Universitas Hasyim Asy’ari, dr KH Umar Wahid SpP, bersama Ibu Nyai Hj Farida Salahuddin Wahid.
Kehadiran keluarga besar Tebuireng menambah kekhidmatan prosesi pengukuhan para lulusan.
Baca Juga: Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr (HC) H Zulkifli Hasan SE MM, turut hadir dan menyampaikan orasi ilmiah.
Dalam pidatonya yang berlangsung hampir satu jam, Zulhas menyerukan agar generasi santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang sains, teknologi, perdagangan, dan ekonomi.
’’Para alumni Unhasy dan santri Tebuireng tidak boleh hanya berpuas diri dengan kedalaman ilmu agama dan keluhuran moralitas. Itu adalah benteng dasar yang mutlak. Namun, untuk memenangkan persaingan dunia modern, kalian harus menguasai sains, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Serta memegang kendali atas sektor perdagangan dan ekonomi,’’ tegas Zulhas.
Penguasaan sains dan teknologi penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan dunia.
Dia juga menyoroti ancaman krisis pangan global serta pentingnya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang melimpah dan bonus demografi yang besar.
Baca Juga: Dua Opsi Pilih Ketum PBNU: Voting atau Musyawarah Ahwa
Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal jika generasi muda hanya menjadi penonton di negeri sendiri.
Karena itu, Zulhas mendorong para lulusan Unhasy menjadi pencipta lapangan kerja.
Mereka diminta membangun kemandirian melalui kewirausahaan, menguasai jaringan perdagangan digital, serta menciptakan inovasi yang memberikan solusi konkret bagi masyarakat.
’’Jangan hanya bercita-cita menjadi pencari kerja (job seeker). Jadilah job creator! Kejar kemandirian melalui kewirausahaan (entrepreneurship), kuasai jaringan perdagangan digital, dan ciptakan inovasi yang menghadirkan solusi konkret bagi kemaslahatan rakyat,’’ urainya.
Baca Juga: Ketua SC Muktamar NU Dirawat di RSUD Jombang, Diduga Kelelahan
Wisuda Unhasy Tebuireng tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan akademik bagi 764 lulusan.
Di sisi lain, pesan Zulhas menjadi dorongan agar para lulusan mampu memadukan bekal pendidikan pesantren dengan penguasaan sains, teknologi, dan ekonomi untuk mengambil peran lebih besar di tingkat nasional maupun global. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz