Muktamar NU, Siswa Jombang Tak Libur tapi Bisa Belajar Daring

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:30 WIB
PERSIAPAN AWAL: SMAN 3 Jombang melakukan sosialisasi TKA untuk siswa kelas XII, Senin (20/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
PERSIAPAN AWAL: SMAN 3 Jombang melakukan sosialisasi TKA untuk siswa kelas XII, Senin (20/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Siswa di Kabupaten Jombang tidak diliburkan selama Muktamar ke-35 NU, 27–30 Agustus.

Tetapi pola KBM akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas dan jalur terdampak muktamar.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk menentukan teknis pembelajaran selama muktamar.

Baca Juga: Empat Atlet Wushu Jombang Bawa Pulang Delapan Medali dari Surabaya

”Yang jelas anak-anak tidak libur. Tidak libur, tapi belajarnya daring. Cuma mungkin ada yang daring, ada yang luring. Ini kami sedang berhitung, melihat petanya seperti apa, dilihat dari kepadatan dan jalur alternatif yang terdampak,” ujar Eko.

Menurutnya, keputusan tersebut masih mempertimbangkan berbagai aspek di lapangan.

Selain memastikan proses pendidikan tetap berjalan, pengaturan KBM juga ditujukan untuk menjaga kenyamanan siswa dan masyarakat serta membantu kelancaran pelaksanaan muktamar.

Eko menyebut keputusan terkait pola KBM tersebut ditargetkan dapat diumumkan dalam satu hingga dua hari ke depan.

Baca Juga: Antar Muktamirin Gratis, Abang Becak di Jombang Dapat Rp 600 Ribu

Khusus pada 26–27 Agustus, sesuai imbauan Kapolres Jombang, pembelajaran di wilayah Kecamatan Jombang Kota akan dilakukan secara daring karena adanya persiapan pembukaan dan rangkaian kegiatan muktamar.

”Kita juga mematuhi itu. Nanti ditambah dengan hal-hal teknis yang kami di lapangan lebih tahu. Koordinasi dengan teman-teman, pertimbangan-pertimbangan yang memudahkan, menyamankan anak-anak, menyamankan masyarakat, membantu panitia bekerja dengan baik, tapi hak anak-anak untuk belajar tidak terkurangi,” jelasnya.

Selain mengatur KBM, satuan pendidikan juga diminta ikut mendukung pelaksanaan muktamar, khususnya dalam memberikan fasilitas sederhana bagi para tamu yang datang dari luar daerah.

Eko mengatakan sekolah-sekolah di Jombang diharapkan tidak menolak apabila ada tamu muktamar yang membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak, membersihkan diri maupun menggunakan fasilitas yang tersedia.

”Kalau ada tamu-tamu dari luar kota, luar provinsi, yang mungkin sekadar mau istirahat, sekadar mau mandi di sekolah, fasilitas itu kita sudah siapkan di semua sekolah. Sehingga sekolah mana pun yang dihampiri tidak boleh menolak, bahkan harus memfasilitasi,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya belum menetapkan sekolah tertentu secara khusus sebagai tempat penampungan para peserta muktamar.

Cabdin masih melakukan pendataan sekolah yang dinilai memungkinkan untuk dijadikan basecamp, terutama di wilayah Kecamatan Jombang Kota.

Baca Juga: Kuliah di Unipdu, 30 Mahasiswa Dibiayai Pemkab Jombang

”Nanti kami tunggu kira-kira sekolah mana yang ada di Kecamatan Kota, di Jombang Kota yang bisa dijadikan sebagai basecamp. Pasti ada, kemarin sudah dibicarakan juga bersama bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Ini tinggal berhitung,” katanya.

Fasilitas yang disiapkan pun bersifat sederhana. Ruang kelas yang bersih, kamar mandi, tempat ibadah, serta akses menuju kebutuhan makan menjadi beberapa pertimbangan utama.

Menurut Eko, fasilitas tersebut dinilai sudah cukup mengingat mayoritas tamu yang datang merupakan santri yang terbiasa dengan fasilitas sederhana, dengan catatan tempat yang digunakan bersih, teduh dan nyaman.

Sementara terkait kemungkinan penggunaan kendaraan sekolah untuk mendukung mobilitas peserta muktamar, Eko memastikan hingga kini belum ada rencana penggunaan bus sekolah.

Baca Juga: Seru! Pegawai dan Anggota DPRD Jombang Adu Lomba Agustusan

”Belum. Sepertinya panitia sudah menyiapkan diri dan mereka yang dari daerah juga sudah menyiapkan sendiri-sendiri. Kita tidak sampai sejauh itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para guru juga tetap harus menjalankan aktivitas mengajar sesuai pola KBM yang nantinya ditetapkan.

Karena itu, dukungan sekolah terhadap muktamar diarahkan terutama pada penerimaan dan fasilitasi tamu, tanpa mengganggu hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran.

”Intinya kita diminta untuk membantu menerima dengan baik tamu-tamu muktamar,” pungkas Eko. (wen)

Editor : Ainul Hafidz
siswa daring muktamar Jombang