Sekolah Rakyat Jombang Masuki Tahap Penentuan, Tim Transisi Segera Cek Kesiapan Gedung dan Fasilitas

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:52 WIB
TINJAU LOKASI: Jajaran Kemensos meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono, Jombang, Sabtu (18/7) lalu. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
TINJAU LOKASI: Jajaran Kemensos meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono, Jombang, Sabtu (18/7) lalu. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemkab Jombang bersama tim transisi akan melakukan verifikasi lapangan (verfal) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Jumat (24/7) besok.

Hasil verifikasi akan menjadi dasar penentuan kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung 31 Juli nanti.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, verifikasi akan difokuskan pada kesiapan bangunan utama yang menjadi penunjang kegiatan awal sekolah.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU 2026, Pemkab Jombang Bongkar Dua Ruko untuk Perlebar Akses Venue Pembukaan

Di antaranya asrama putra, asrama putri, gedung sekolah, dan gedung serbaguna.

”Tim transisi tanggal 24 Juli akan melakukan verifikasi lapangan, kemudian mengambil langkah dari hasil verifikasi lapangan. Apakah nanti tanggal 30 atau 31 Juli,” katanya

Aspek pengamanan juga menjadi perhatian. Sebab, seluruh pekerjaan pada asrama putra dan putri harus benar-benar selesai sebelum siswa mulai menempati bangunan itu.

”Kami juga sudah menyampaikan kepada pelaksana proyek agar pekerjaan di asrama putra dan putri benar-benar klir. Karena anak-anak nanti boarding atau menginap di sana,” imbuhnya.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Karakter Khulafaurrasyidin 

Berdasarkan hasil kunjungan bersama Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos ke lokasi, Sabtu (18/7) lalu, terdapat penekanan agar aktivitas pekerjaan konstruksi sudah jauh berkurang pada 29 atau 30 Juli.

Sementara pihak pelaksana proyek menyampaikan pekerjaan sesuai kontrak ditargetkan selesai pada 25 Juli.

”Dari pihak proyek menyatakan tanggal 25 Juli sudah selesai. Kalaupun masih ada, hanya pekerjaan kecil di luar gedung, bukan pekerjaan mayor,” ungkapnya.

Usai verifikasi lapangan, seluruh pihak terkait akan menggelar rapat pleno untuk menentukan kelayakan operasional sekolah.

Rapat itu akan melibatkan tim transisi, kepala Sekolah Rakyat, perwakilan Dinsos Jawa Timur, Kemensos, pejabat pembuat komitmen (PPK), hingga pelaksana proyek.

Dalam rapat itu akan dievaluasi seluruh aspek pendukung, mulai kesiapan gedung, sarana dan prasarana, utilitas, keamanan, hingga area parkir.

Baca Juga: Honda Beat Tertabrak Truk di Gudo Jombang, Pengendara Tewas

Hasilnya kemudian dituangkan dalam berita acara sebagai syarat pelaksanaan MPLS.

”Setelah verifikasi akan ada rapat pleno. Penentunya di situ, apakah dinyatakan layak dan siap tanggal 31 Juli atau bagaimana. Sebenarnya tinggal menyepakati tanggalnya saja, apakah 30 atau 31 Juli,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemensos memastikan SRT 8 Jombang masuk pelaksanaan tahap kedua sehingga tahun ajaran baru dimulai 31 Juli 2026.

Penjadwalan ulang dilakukan setelah hasil verifikasi sebelumnya menunjukkan gedung permanen belum sepenuhnya siap digunakan.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Penyesalan Terbesar Manusia Sebelum Wafaf

Meski demikian, berbagai persiapan terus berjalan. Salah satunya pengukuran seragam bagi 270 siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA yang telah dilakukan tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Pemkab Jombang asrama Jombang Sekolah Rakyat gedung