JombangBanget.id – Sebanyak 7.281 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jombang terus mendapatkan perhatian.
Ada 2.226 anak yang kini sudah mulai melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
’’Kita terus melakukan berbagai pendekatan berbasis data dan pendidikan nonformal. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.226 anak kembali melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan di PKBM maupun SKB (Sanggar Kegiatan Belajar),’’ kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Maria Ulfah.
Langkah awal penanganan ATS dilakukan dengan mengintegrasikan data kependudukan dengan sistem pendidikan yang ada.
Baca Juga: Main Petasan saat Takbiran, Pemuda Mojoagung Jombang Terluka Parah
’’Data kependudukan diintegrasikan dengan sistem pendidikan sehingga bisa diketahui alasan anak tidak sekolah. Dari situ dilakukan pemetaan untuk penjangkauan dan intervensi,’’ terangnya.
Menurutnya, penanganan ATS tidak bisa dilakukan satu pihak saja.
Karena itu, Disdikbud Jombang melibatkan berbagai unsur mulai pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah desa, kecamatan hingga sekolah.
’’Semua pihak dilibatkan karena persoalan ATS ini harus ditangani bersama-sama,’’ tegasnya.
Sebagai solusi, ATS kemudian diarahkan untuk melanjutkan pendidikannya melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang putus sekolah agar tetap bisa memperoleh ijazah kesetaraan.
Tidak hanya memberikan pendidikan nonformal, PKBM juga membekali peserta didik dengan keterampilan mandiri sesuai minat dan hobi masing-masing.
Hal itu dilakukan agar anak tetap memiliki bekal keterampilan untuk masa depan.
’’Di PKBM tidak hanya belajar paket saja, tetapi juga diberikan keterampilan sesuai keinginan siswa,’’ tambahnya.
Mayoritas anak putus sekolah di Jombang disebabkan keinginan untuk segera bekerja, baik di sektor formal maupun nonformal.
Baca Juga: Salat Idul Adha di Jombang, Bupati Warsubi Ingatkan Bahaya Egoisme
Ada pula siswa yang memilih fokus belajar di pondok pesantren salaf atau salafiyah.
’’Sebagian juga karena pindah domisili sehingga tidak melanjutkan pendidikan formal maupun nonformal, tetapi melanjutkan belajar di pondok,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, tercatat dalam ats.data.kemendikdasmen.go.id Selasa (26/5) ada 7.281 ATS di Kabupaten Jombang.
Rinciannya sebanyak 1.646 anak merupakan lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. Kemudian 353 siswa lulusan SD tidak melanjutkan ke SMP.
Serta 2.037 anak yang belum pernah bersekolah sama sekali dan 3.245 anak putus sekolah atau drop out. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz