JombangBanget.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengurangi pagu penerimaan peserta didik baru jenjang SMP Negeri pada tahun pelajaran 2026/2027.
Total daya tampung berkurang tiga rombongan belajar (rombel) dibanding tahun sebelumnya.
’’Untuk tahun pelajaran baru ini memang ada pengurangan tiga rombel sehingga total daya tampung ikut berkurang,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono.
Total pagu SMPN tahun pelajaran 2026/2027 ditetapkan sebanyak 10.656 siswa. Jumlah tersebut menurun 96 siswa dibanding tahun lalu yang mencapai 10.752 siswa.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Bekerja Sebelum Lulus
Pengurangan rombel terjadi di tiga sekolah. SMPN 1 Peterongan yang sebelumnya memiliki delapan rombel kini menjadi tujuh rombel.
Kemudian SMPN 2 Megaluh dari enam rombel menjadi lima rombel. Serta SMPN 1 Diwek yang sebelumnya sembilan rombel kini menjadi delapan rombel.
Salah satu penyebab pengurangan rombel terjadi karena permintaan dari sekolah sendiri. Banyak rombel akan membuat kebutuhan guru juga semakin banyak.
Sementara sekarang tidak diperbolehkan mengangkat guru tidak tetap (GTT) baru.
”Permintaan dari sekolah karena gurunya berkurang banyak. Sedangkan sekolah tidak boleh mengangkat GTT,” ungkapnya.
Penetapan pagu SPMB telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Setiap rombongan belajar ditetapkan maksimal berisi 32 murid.
Pagu rombel juga sudah memperhitungkan siswa yang mengulang atau tidak naik kelas.
”Jumlah daya tampung kelas 7 disesuaikan dengan data rombongan belajar di Dapodik (data pokok pendidik),” terangnya.
Dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) nanti dibagi beberapa jalur. Jalur domisili 40 persen.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Menghargai Perbedaan
Terdiri dari domisili sebaran 20 persen dan domisili radius atau jarak 20 persen. Jalur afirmasi 20 persen. Jalur mutasi lima persen.
Jalur prestasi 35 persen terdiri dari nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan rapor 15 persen. Non TKA atau prestasi akademik dan non akademik 20 persen. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz