JombangBanget.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang sudah dilengkapi fasilitas modern, termasuk laptop, smartboard, dan peralatan dapur lengkap.
Namun demikian, kekurangan juru masak membuat kebutuhan makanan siswa tetap mengandalkan jasa katering.
”Untuk sekarang juru masak masih tetap belum ada penambahan lagi,” ujar Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, Jumat (16/1).
Seluruh peralatan dapur sudah disalurkan Kemensos. Mulai dari kompor, regulator, kulkas, rak sayur, dandang besar, ompreng dan lain-lain.
Namun karena belum ada penambahan juru masak, sehingga kebutuhan makan masih andalkan katering.
”Saat ini masih katering seperti biasa,” imbuhnya.
Kendati demikian, kualitas pembelajaran menunjukkan peningkatan seiring dukungan fasilitas yang semakin lengkap.
Saat ini, fasilitas pembelajaran di sekolah dilengkapi smartboard dan laptop di setiap ruang kelas.
”Motivasi belajar anak-anak semakin tinggi. Mereka belajar dengan lebih menyenangkan karena fasilitas sudah mendukung. Seluruh siswa sudah difasilitasi laptop untuk pembelajaran. Setiap kelas juga dilengkapi smartboard sehingga proses belajar lebih efektif,” ujarnya.
Selain pembelajaran di kelas, asrama menyediakan tempat tidur, lemari, meja belajar, hingga mesin cuci untuk menunjang kebutuhan harian siswa.
Sarpras tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung pembentukan karakter dan kemandirian.
Baca Juga: Proyek Gedung Sekolah Rakyat di Jombang Mulai Jalan, Segini Anggarannya
Aktivitas keseharian siswa di asrama juga disusun terjadwal.
Kegiatan keagamaan, kebersamaan, serta sistem kepengurusan asrama bergilir setiap tiga bulan diterapkan guna melatih jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.
Sementara itu, Zahra Nabilkis, siswi kelas X-B asal Kecamatan Kudu mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru sejak menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
”Pengalaman belajarnya sangat menyenangkan. Selain belajar di kelas, saya juga pernah ikut lomba paduan suara tingkat nasional, lomba hadrah, lomba menulis cerpen, dan kegiatan lainnya,” ucap Zahra.
Fasilitas pembelajaran menjadi salah satu daya tarik utama.
”Kami juga diajarkan menggunakan laptop dan smartboard, itu yang paling menarik,” tambahnya.
Zahra juga mengaku betah tinggal di asrama. Meski jauh dari orang tua, sekolah memberi ruang kunjungan wali murid secara berkala.
”Untuk mengatasi rasa kangen itu, kita diberikan kesempatan satu minggu sekali untuk kunjungan orang tua. Itu pun kalau orang tua bisa. Di hari minggu. Kalau memang orang tua tidak bisa kunjungan, kita itu diberikan jadwal, hari Kamis dan hari Sabtu oleh wali asrama dan wali asuh dipinjami Handphone untuk menelepon mengabari ke orang tua,” pungkasnya. (ang/fid)
Editor : Ainul Hafidz