MINGGU (21/12) di lapangan Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Tebuireng digelar wisuda.
Diikuti tujuh wisudawan qiroah sab'ah, 209 wisudawan hafid 30 juz serta 506 wisudawan binnador.
KH Abdul Hadi Yusuf Alhafid selaku pengasuh berpesan agar para wisudawan menjaga hafalan Quran.
’’Menjaga hafalan itu berat. Setelah anda diwisuda bukan berarti sudah selesai dalam mengaji atau menghafal,’’ tuturnya.
Beliau berpesan agar para santri terus murojaah hafalan. Jika kembali ke masyarakat, carilah habitat yang memungkinkan untuk murojaah.
’’Jika melanjutkan kuliah di luar, carilah pesantren atau kos yang memungkinkan untuk murojaah,’’ pesannya.
Beliau juga minta agar para orang tua terus mengingatkan anaknya untuk murojaah.
’’Tolong ingatkan putra Anda agar istiqamah murojaah. Jika tidak mau murojaah, dijewer tidak apa-apa. Itu tidak termasuk KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),’’ paparnya.
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kemampuan santri dalam menjaga hafalan.
’’Dimanapun, carilah lingkungan yang memungkinkan untuk murojaah hafalan Quran,’’ terangnya.
Wisuda itu momentum yang sangat ditunggu santri dan orang tua. Karena itu harus disyukuri.
Baca Juga: Student Journalism: Wisuda Binnador
Caranya yakni dengan menjaga capaian hafalan Quran melalui istiqamah murojaah hafalan.
’’Kalian para wisudawan adalah orang-orang terpilih,’’ ungkapnya.
Survei menunjukkan, ada 50 hingga 60 persen umat Islam yang tidak mampu membaca Alquran.
Sedangkan para wisudawan tidak hanya mampu membaca Alquran dengan baik. Tetapi bahkan mampu menghafal Alquran.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.
Para sahabat bertanya: Siapakah mereka wahai Rasulullah? Nabi menjawab: Ahlul Quran adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.
Oleh Alvaro Daniswara Wiratama, Kamar Jannatul Firdaus 09 PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz