JombangBanget.id – Ketua Himpaudi Kecamatan Bandarkedungmulyo, Ludatul Kuswa SPd, aktif menggerakkan berbagai program kerja untuk memperkuat kapasitas dan solidaritas pendidik PAUD.
Guru di KB Al Wardah ini menegaskan organisasi profesi harus menjadi ruang belajar sekaligus ruang kebersamaan bagi para anggotanya.
Sebagai Ketua Himpaudi Kecamatan Bandarkedungmulyo, Ludatul juga aktif menggerakkan berbagai program kerja.
Di antaranya adalah pelatihan peningkatan kompetensi pendidik PAUD yang tergabung dalam PKG tingkat kecamatan.
Kegiatan ini menjadi wadah belajar bersama bagi para pendidik, mulai dari penyusunan kurikulum, pembuatan RPPH, asesmen pembelajaran, hingga penyusunan profil sekolah.
Tidak hanya fokus pada peningkatan profesionalisme, Himpaudi Bandarkedungmulyo juga menjalankan program di bidang keagamaan.
Kegiatan seperti tadarus, peringatan Nuzulul Quran, bagi takjil, buka bersama, berbagi bantuan sosial, hingga halal bihalal rutin dilaksanakan untuk mempererat kebersamaan.
“Tujuan utama dari seluruh program ini adalah meningkatkan solidaritas anggota Himpaudi Kecamatan Bandarkedungmulyo. Dengan intensitas pertemuan yang semakin sering, rasa memiliki antaranggota akan semakin kuat,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui berbagai kegiatan tersebut, para pendidik PAUD tidak hanya terikat secara organisasi, tetapi juga merasakan Himpaudi sebagai keluarga baru yang saling mendukung dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi sejak usia dini.
Pendidikan anak usia dini tidak hanya soal membaca dan berhitung, tetapi juga tentang membangun karakter dan kepribadian sejak dini.
Menurut Ludatul, mengajarkan nilai moral kepada anak usia dini tidak bisa dilakukan dengan cara instan atau sekadar menghafalkan aturan.
Anak-anak justru belajar paling efektif melalui pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan pendekatan yang lembut, konsisten, dan konkret.
“Mengajarkan nilai moral pada anak usia dini adalah tentang membangun karakter dan kepribadian. Di usia ini, mereka meniru apa yang dilihat dan dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Di lembaga yang dipimpinnya, Ludatul menerapkan berbagai pembiasaan sederhana namun bermakna.
Anak-anak dibiasakan mencuci tangan saat jam istirahat, berdoa sebelum makan, mengucapkan salam saat masuk kelas, serta bersalaman dengan guru saat datang dan pulang sekolah.
Kebiasaan-kebiasaan kecil ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menanamkan nilai disiplin, sopan santun, dan religiusitas.
Ia menegaskan pendidikan moral pada usia dini merupakan aset terpenting bagi kehidupan anak hingga dewasa.
Masa PAUD adalah masa peletakan dasar dalam mengembangkan kemampuan fisik, moral, dan agama anak agar mampu bersikap dan bertingkah laku dengan baik.
“Pendidikan utama memang berasal dari keluarga dan lingkungan. Sekolah membantu menguatkan agar anak memiliki petunjuk arah untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, karena mereka memahami dampaknya bagi orang lain,” ungkapnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz