JombangBanget.id – Dana hibah yang akan diberikan ke KONI Jombang pada tahun 2026 sebesar Rp 2,1 miliar dinilai pas-pasan untuk pembinaan cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Jombang, Sumarsono, berharap ada tambahan dana melalui Perubahan APBD (P-APBD) untuk pelaksanaan Porkab 2026.
”Kami sangat berharap itu, karena anggaran Rp 2,1 miliar itu diperuntukkan untuk pembinaan,” ungkap Sumarsono.
Menurutnya, idealnya Porkab dilaksanakan satu tahun sebelum Porprov.
Tujuannya untuk menyeleksi atlet yang berpotensi maju di Porprov Jatim 2027. Hasil Porkab selanjutnya akan dibina oleh masing-masing cabor.
”Tahun depan memang tidak ada Porprov, rencananya kami adakan Porkab. Mudah-mudahan ada tambahan anggaran dari Pemkab untuk Porkab,” jelasnya.
Dana hibah Rp 2,1 miliar akan diperuntukkan untuk pembinaan dan dibagikan kepada 48 cabor yang aktif di KONI Jombang, sedangkan sisanya digunakan untuk operasional KONI.
Sumarsono menegaskan, idealnya hibah ke depannya difokuskan hanya untuk pembinaan cabor dan operasional KONI, sedangkan pelaksanaan Porprov sepenuhnya ditangani Pemkab Jombang.
”Inginnya kami, semua kegiatan Porprov ditangani Pemkab. KONI dan cabor agar lebih fokus pada pembinaannya saja,” jelasnya.
Menurutnya, jika Porprov dibebankan ke KONI dengan dana pas-pasan, dampaknya dana pembinaan cabor berkurang signifikan, sementara cabor tetap harus gencar menyiapkan atlet menghadapi Porprov.
Baca Juga: Hebat! Atlet Jombang Langganan Juara, KONI Bina 44 Cabor yang Aktif Total
”Kalau ada Porprov memang dana pembinaan cabor dikurangi, kami fokuskan pada pelaksanaan porprov, padahal cabor juga harus mempersiapkan atletnya agar bisa meraih medali di Porprov dan mengharumkan Kabupaten Jombang,” pungkas Sumarsono. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz