JombangBanget.id – MTsN 11 Jombang berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (11/12).
’’Penghargaan Adiwiyata Nasional ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya lingkungan hidup di madrasah,’’ kata Kepala MTsN 11 Jombang, Umi Khoiriyah.
Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga madrasah dalam membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.
MTsN 11 Jombang secara konsisten mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari.
Di antaranya melalui kegiatan piket kelas, Jumat Bersih, serta pemanfaatan lingkungan sekolah yang asri, rindang, dan memiliki lahan cukup luas sebagai media belajar.
Berbagai inovasi berbasis lingkungan turut menjadi penunjang keberhasilan tersebut.
Di antaranya pengolahan bunga telang menjadi sirup dan minuman instan.
Pembuatan taplak meja ecoprint dari daun-daunan sekitar sekolah.
Pengembangan eco-enzym dari limbah organik. Hingga inovasi pangan berbasis potensi lokal seperti donat pepaya dan keripik pepaya.
MTsN 11 Jombang juga memanfaatkan teknologi dengan pembuatan media QR Code pada tanaman sebagai sarana edukasi digital bagi siswa.
Baca Juga: Matsama MTSN 11 Jombang Seru, Diikuti Rautusan Siswa, Kenalkan Seluruh Ekskul
’’Inovasi-inovasi ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga melatih kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan peserta didik,’’ kata Umi Khoiriyah.
Predikat Adiwiyata Nasional diraih setelah MTsN 11 Jombang melalui tahapan penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi.
Ke depan, pihaknya menargetkan Adiwiyata Mandiri dengan terus memperbaiki dan menambah fasilitas.
Membudidayakan hasil tanaman sebagai ikon madrasah. Serta menjaga kebersihan, keindahan, dan kerindangan lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
’’Siswa kami ajak untuk mencintai lingkungan dan kebersihan. Salah satunya dengan piket kelas setiap hari juga kegiatan Jumat bersih,’’ jelasnya.
Penguatan Adiwiyata di MTsN 11 Jombang melibatkan 120 kader Adiwiyata. Serta 60 pendidik dan tenaga kependidikan seluruhnya terlibat dalam kegiatan Adiwiyata.
’’Ada 47 guru terlibat dalam kegiatan adiwiyata dan ada beberapa pokja. Masing-masing guru sudah membawahi pokja Adiwiyata. Ada pokja kantin, green house, pokja pilah sampah, pojka sanitasi, taman, drainase, biopori dan lainnya. Dan dibawah koordinator pojka ada siswa di dalamnya,’’ urainya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz