JombangBanget.id – Geladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jombang tuntas dilakukan Senin-Kamis (27-30/10).
Tidak ada laporan kendala di lapangan. Semua persiapan lancar, siswa dan sekolah siap mengikuti TKA pada 3-6 November.
’’Lancar, tidak ada kendala selama pelaksanaan geladi bersih,’’ kata Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Asijah.
Melihat pelaksanaan geladi bersih yang tanpa kendala, semua siswa dan sekolah dinilai sudah siap.
Ia berharap, kekurangan yang masih ada segera dipenuhi sebab pelaksanaan tinggal menghitung hari.
’’Siswa dan sekolah sudah siap dan harus siap. Karena ini pelaksanaan yang pertama, harapannya agar seluruh sekolah mempersiapkan diri sebaik mungkin,’’ jelasnya.
Geladi bersih yang dilaksanakan di SMAN Mojoagung juga berjalan lancar.
’’Total dua kali siswa mengikuti simulasi,’’ kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN Mojoagung, Lukmanudin.
Simulasi pertama pada September lalu. Harusnya hanya diikuti perangkat dan proktor saja, tapi pihak sekolah melibatkan siswa, agar siswa memiliki pemahaman terkait pelaksanaan TKA.
Yang kedua, siswa mengikuti geladi bersih pada 27-30 Oktober.
’’Geladi bersih dilakukan sesuai dengan pembagian sesi, dua sesi dan dua gelombang,’’ paparnya.
Baca Juga: Jelang TKA, Sekolah di Jombang Kelimpungan Akibat Komputer Rusak
Disediakan empat ruang lab komputer dengan total 100 personal computer (PC).
Tiap sesi diikuti 80 siswa, dan 160 siswa dalam sehari. Sehingga 319 siswa selesai dalam waktu dua gelombang.
Gelombang 1 pada 3-4 November. Gelombang 2 pada 5-6 November.
Pada simulasi pertama siswa belajar login. Melaksanakan latihan selama 10 menit di awal dengan total tiga soal.
Baru mengerjakan soal inti, yang waktunya 50 menit untuk matematika. 45 menit untuk Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Serta 60 menit untuk mata pelajaran pilihan.
’’Sebelum mengerjakan 60 menit itu, ada latihan mengerjakan soal selama 10 menit sambil melatih perangkatnya apakah lancar atau macet,’’ terangnya.
Itu dilakukan baik di simulasi pertama maupun geladi bersih.
’’Jumlah soal belum sesuai dengan hari H, karena jumlah soal hanya 10 agar proktor dan sekolah bisa mengatasi kendala di fase persiapan,’’ jelasnya.
Beberapa hal yang masih menjadi kendala salah satunya pada informasi perangkat yang digunakan.
Pasalnya, masih sering berubah-ubah dan membuat siswa bingung.
’’Misal menggabung dengan pengawas penyelia dari perguruan tinggi, linknya baru ada di hari kedua, jadi banyak yang belum mengerti,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz