Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Deadline Makin Dekat, Puluhan Kepala Sekolah di Jombang Belum Isi Sulingjar

Wenny Rosalina • Selasa, 30 September 2025 | 20:31 WIB
SERIUS: Siswa SMPN 2 Ngoro, Jombang saat belajar di lab komputer (15/9).
SERIUS: Siswa SMPN 2 Ngoro, Jombang saat belajar di lab komputer (15/9).

JombangBanget.id – Belum semua kepala sekolah SMP di Kabupaten Jombang mengisi Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).

Pengerjaan Sulingjar yang menjadi rangkaian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) maksimal sampai 10 Oktober.

’’Imbauan bagi yang belum mengisi sudah kami kirim ke grup. Kami minta segera mengisi,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas P dan K Jombang, Safak Efendi.

Pengisian Sulingjar merupakan kewajiban sekolah agar memperoleh nilai rapor pendidikan.

’’Bila tidak ikut, tetap kita sarankan untuk ikut. Secara aturan memang tidak ada sanksi, namun konsekuensinya akan ditanggung oleh satuan pendidikan masing-masing,’’ ujarnya.

Keterlambatan atau ketidakikutsertaan dalam Sulingjar akan berdampak pada rapor mutu pendidikan Kabupaten Jombang secara keseluruhan.

Karena itu, dia terus mendorong partisipasi guru dan kepala sekolah.

Dari total 135 sekolah negeri dan swasta, tercatat 115 sekolah sudah melakukan pengisian.

Untuk kepala sekolah, dari 135 orang, baru 85 yang menyelesaikan. Sementara itu, dari total 2.285 guru SMP di Jombang, sebanyak 1.668 guru sudah mengisi.

Data tersebut terus bergerak setiap hari. Sulingjar untuk guru terbilang fleksibel karena menyesuaikan dengan kegiatan guru, sehingga diberikan waktu cukup panjang.

’’Harapan kami, semua guru dan kepala sekolah segera melaksanakan pengisian agar data pendidikan Jombang lebih lengkap dan mutu pendidikan bisa terukur secara menyeluruh,’’ jelasnya.

Baca Juga: Sarpras Dapur Sekolah Rakyat di Jombang Belum Komplet, Begini Kata Kepala Sekolah

Sulingjar sendiri menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kualitas ekosistem belajar di sekolah, yang berbeda dengan asesmen untuk siswa.

Survei ini menilai pengalaman guru dan kepala sekolah dalam proses pembelajaran dan manajemen satuan pendidikan. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kepala sekolah #SMP #Jombang #Dinas P dan K Jombang #ANBK #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang #Sulingjar