JombangBanget.id - SMK Negeri Gudo, Jombang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi kejuruan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat kepada siswanya.
Melalui berbagai program pembiasaan positif, sekolah ini berupaya melahirkan lulusan yang berkarakter baik, disiplin, dan siap menghadapi masa depan.
’’Kompetensi saja tidak cukup, anak-anak harus memiliki karakter yang kuat. Itulah kenapa pembiasaan positif kami terapkan dan terus kami monitor agar benar-benar membentuk pribadi siswa,’’ kata Kepala SMKN Gudo, Itha Pujiarti.
Di lingkungan sekolah, SMKN Gudo menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Kegiatan dimulai dari budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun).
Setiap pagi kedatangan siswa disambut guru.
Setelah itu, dilanjutkan dengan literasi pagi, termasuk pembacaan surat-surat pendek Alquran yang sesuai dengan latar belakang mayoritas siswa.
Setiap Jumat diisi dengan berbagai kegiatan tematik.
Ada Jumat Berbagi, forum bagi guru untuk menyampaikan ilmu dari pelatihan atau diklat yang pernah diikuti.
Sehingga pengetahuan dapat dibagikan kepada guru lain dan kepala sekolah.
Ada Jumat Sehat berupa senam atau sarapan bersama. Jumat Bersih dengan membersihkan kelas masing-masing.
Serta Jumat Tertib yang melibatkan Polsek dan Koramil Gudo.
Ada Jumat Takwa bekerja sama dengan KUA Gudo untuk memberikan kajian di masjid bersama seluruh siswa.
Sekolah juga memiliki program Kamis Pon Mengkhatamkan Alquran yang menjadi ciri khas pembiasaan religius di SMKN Gudo.
SMKN Gudo sejak 2023 ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK).
Sekolah ini menjalankan program teaching factory dan link and match dengan berbagai perusahaan.
Mulai dari kunjungan industri, praktik kerja lapangan (PKL), rekrutmen, hingga magang guru.
Setiap akhir semester, sekolah juga rutin menggelar job fair untuk membuka peluang kerja bagi siswa.
’’Kami ingin masyarakat semakin percaya kepada SMKN Gudo, bukan hanya karena sarana prasarana yang lengkap. Tapi juga prestasi, pelayanan, dan pembentukan karakter anak. Kami berusaha menghantarkan mereka sesuai cita-citanya setelah lulus SMK,’’ urai Itha.
Meski tidak semua lulusan melanjutkan kuliah, sekolah tetap memberikan pembekalan.
’’Orientasi SMK memang bekerja, tetapi kami wajibkan semua siswa ikut pelaksanaan TKA (Tes Kemampuan Akademik). Kami juga bekali dengan tryout agar siswa siap jika ingin kuliah,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz