JombangBanget.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Jombang menggelar bimbingan teknis (Bimtek) literasi informasi tahap kedua di ruang Soeroadiningrat Kantor Pemkab Jombang, Senin (15/9).
Dengan tema Mewujudkan Masyarakat Cerdas melalui Literasi Informasi.
Bimtek mengajak masyarakat Jombang lebih literat terhadap semua informasi yang diterima.
’’Melalui kegiatan ini, peserta dibekali keterampilan mengenali kebutuhan, menelusuri, mengevaluasi, dan memanfaatkan sumber informasi yang relevan. Harapannya, bekal ini bisa menunjang pembelajaran sekaligus pengelolaan informasi yang benar,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, Thonsom Pranggono.
Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang literasi.
Pertama, Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan, Sri Surjati MSi.
Menyampaikan materi; Bimtek Literasi Informasi Memperkuat Kemampuan Literasi Informasi untuk bersama Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera.
Kedua, Kepala Perpustakaan ITS, Agus Santoso MMedKom, menyampaikan materi; Strategi Pengembangan Masyarakat Unggul Berbasis Literasi Informasi.
Ketiga, Dedy Dwi Putra MHum dari UIN Malang menyampaikan Analisis-Sintesis Informasi dan Diseminasi Informasi.
Bimtek diikuti 100 peserta. Dari pegiat literasi sekolah, desa, pustakawan dan guru.
Juga dihadiri Kasi SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Asijah, perwakilan Kemenag serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Baca Juga: Disperpusip Jombang Siap Terbitkan Buku Bertema Budaya Lokal, Hasil Karya Peserta Bimtek
Melalui Bimtek literasi diharapkan, masyarakat Jombang lebih literat, sehingga membawa Jombang lebih kondusif.
’’Masyarakat jadi lebih memahami konsep literasi, baik pada informasi yang sifatnya politik maupun pembangunan,’’ ungkapnya.
Bimtek literasi informasi merupakan bagian dari program pembinaan perpustakaan, sub kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan masyarakat.
Melalui pembekalan ini, diharapkan sinergi antara sekolah, perpustakaan, dan masyarakat semakin kuat dalam menumbuhkan budaya literasi di Jombang.
Sri Surjati, salah satu narasumber mengatakan, membangun literasi harus melibatkan semua pihak, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pustakawan, guru, hingga dalam lingkungan keluarga.
Bimtek jadi momentum penting untuk membangun literasi masyarakat.
’’Literasi tidak hanya jadi program pemerintah, tapi harus jadi gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat,’’ ungkapnya.
Ia berharap, literasi dapat membuat pengetahuan menjadi suatu kebutuhan hingga kekuatan. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz