JombangBanget.id – Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Jawa Timur 2025 lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.
Melibatkan sekolah dan pengawas netral selama tiga hari, 19-21 Agustus.
’’Di Jombang dilaksanakan di SMA PGRI 1 Jombang yang muridnya tidak ada yang lolos ke OSN-P,’’ kata Kepala Seksi SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Asijah, (19/8).
Pelaksanaan dimulai pukul 07.00 WIB. Siswa berada di ruangan tertutup dan terkunci.
Tidak ada yang boleh masuk sama sekali kecuali pengawas, jika dibutuhkan untuk mengambilkan bolpoin yang jatuh.
Bahkan siswa diimbau untuk ke toilet sebelum pelaksanaan untuk meminimalisir keluar masuk peserta dalam ruang ujian.
’’Pengawas menjaga di luar, ada webcam yang nanti memberikan kode jika peserta butuh bantuan, misalnya ambil pensil atau bolpoin yang jatuh. Jadi mohon maaf, untuk pengambilan gambar dalam ruangan juga tidak bisa,’’ ungkapnya.
Perbedaan paling mencolok pada lokasi dan sistem pengawasan. Tahun ini, OSN-P dilaksanakan di sekolah-sekolah yang siswanya tidak lolos ke tingkat kabupaten.
Pengawasnya juga berasal dari sekolah yang siswanya tidak ada yang lolos OSN-P.
’’Bahkan, ada pengawasan tambahan melalui zoom dari pusat,’’ ucapnya.
Tahun lalu, OSN-P masih bisa dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan pengawas internal.
Baca Juga: SSO ke-25 SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang Jadi Ajang Jaring Bibit Unggul Proyeksi OSN
Perubahan sistem ini diharapkan menambah objektivitas dan transparansi pelaksanaan.
’’Sekarang sangat objektif. Semua diawasi ketat agar hasilnya benar-benar murni,’’ tambahnya.
Di Jombang, OSN-P tahun ini diikuti 51 sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA.
Rinciannya, 14 dari SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT. Tujuh dari SMA Transsains Tebuireng. Enam dari SMAN 2 Jombang. Empat dari MAN 3 Jombang.
Empat dari SMAN 3 Jombang. Empat dari SMAN Mojoagung. Tiga dari SMAN Jogoroto. Dua dari SMAN Kabuh. Dua dari SMAN Kesamben.
Serta masing-masing satu dari MAN 1 Jombang, MAN 4 Jombang, MAN 6 Jombang, SMA A Wahid Hasyim Tebuireng, dan SMAN Ploso.
’’SMK sebetulnya juga ada yang ikut tapi tidak ada yang lolos,’’ jelasnya.
OSN jenjang SLTA tahun ini juga diikuti empat siswa SMP. Yaitu dari SMPN Kabuh, dan SMPN 2 Jombang dengan total empat peserta.
Sayangnya tidak ada satupun siswa SMP yang lolos seleksi hingga OSN-Provinsi.
OSN-P berlangsung selama tiga hari, setiap hari memperlombakan dua mata pelajaran.
Sesi pertama dimulai pukul 08.00–11.00 WIB. Sesi kedua hingga hampir pukul 16.00 WIB.
Seluruh perangkat yang digunakan berasal dari sekolah masing-masing, mulai dari laptop, webcam, hingga jaringan internet.
Untuk mengantisipasi kendala teknis, panitia juga sudah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom, serta menyiapkan genset dan perangkat cadangan.
Sementara pengawas OSN-P di Jombang berasal dari sejumlah sekolah.
Di antaranya, SMAN 1 Jombang, SMAN Bandarkedungmulyo, SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPPT, SMA Budi Utomo Perak, SMA PGRI 2 Jombang, dan MAN 2 Jombang.
Hasil OSN-P belum dipastikan kepan keluar.
’’Itu kewenangan pusat. Mungkin sekitar September baru diumumkan,’’ ungkap Asijah. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz