SELASA (13/5) bakda Isya di PP Almasruriyyah Tebuireng saya ngaji bandongan kitab Attibyan yang diasuh Gus varis Muhammad Mirza.
Beliau menjelaskan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpesan, gunakan lima sebelum lima,’’ tuturnya.
Pertama, manfaatkan waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Kedua, manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
Ketiga, manfaatkan masa kayamu sebelum datang masa fakirmu. Keempat, manfaatkan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
Kelima, manfaatkan hidupmu sebelum datang kematian.
Ibu saya, Sustriyawati, di Malang, juga pernah berkata: ’’Jangan suka nunda-nunda waktu, itu nggak baik buat masa depanmu.’’
Dari sini saya belajar, jangan percaya dengan kata ’’nanti’’.
Menjadi baik itu tidak tiba-tiba, melainkan butuh proses panjang. Maka harus dimulai dari sekarang.
Waktu berjalan dengan cepat. Lakukanlah hal positif yang ada di sekitarmu.
Tidak pantas kita berleha-leha dalam mengejar impian. Terkadang, di fase remaja ini banyak sekali orang yang memanfaatkan waktunya cuma ngikutin pilihan teman.
Baca Juga: Student Journalism: Penguatan Karakter melalui Perjusa
’’Semakin beranjak dewasa, kita harus bijak memilih pilihan hidup. Nggak bisa cuma mikir senang-senangnya saja. Nggak bisa juga buang-buang waktu buat hal gak guna. Apalagi, jalanin hidup cuma karena ngikutin pilihan teman,’’ ungkap Tissa Biani.
Saatnya bangkit mengejar impian. Tidak ada kata terlambat jika kita mau memulainya saat ini juga!
Oleh Anggun Dwi Pratiwi, Kelas 9-A SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz