Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Siswa Sekolah Rakyat Mundur, Dinsos Jombang Siapkan Pengganti

Anggi Fridianto • Senin, 4 Agustus 2025 | 22:03 WIB
ANTUSIAS: Siswa Sekolah Rakyat mengikuti MPLS di SKB Mojoagung, Jombang, Senin (30/7).
ANTUSIAS: Siswa Sekolah Rakyat mengikuti MPLS di SKB Mojoagung, Jombang, Senin (30/7).

JombangBanget.id – Satu siswa Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung, Jombang yang mengundurkan diri memutuskan tidak mau kembali.

Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Jombang untuk mencari murid pengganti.

Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto menyampaikan, pihaknya telah melakukan upaya pendekatan persuasif agar satu siswi jenjang SMA yang mundur berkenan kembali ke sekolah.

Namun, usai dilakukan kunjungan ke rumahnya, siswa tersebut tetap menyatakan tidak mau.

”Ya, sudah mengundurkan diri,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (3/8).

Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos Jombang guna mencari calon pengganti.

”Sudah kami koordinasikan dengan Dinsos Jombang agar dicarikan pengganti,” tambahnya.

Mekanisme penggantian, kata Andik, ditangani oleh dinsos selaku kepanjangan tangan Kemensos.

Sebab, dinsos akan melakukan asesmen dari DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). ”Mekanismenya di dinsos,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Hari Purnomo membenarkan bahwa satu siswa dari Sekolah Rakyat telah mengundurkan diri.

Dinsos bersama para pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) akan melakukan asesmen untuk mencari calon pengganti yang layak dari DTSEN.

Baca Juga: Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Jombang Mundur, Pemkab kini Bingung Cari Penggantinya

”Rencananya minggu depan teman-teman PKH akan melakukan asesmen terhadap beberapa calon pengganti,” terang Hari Purnomo.

Pihaknya menyampaikan, proses penggantian siswa Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri akan diproses sesuai petunjuk teknis dari Kemensos.

”Kami pastikan proses ini berjalan sesuai kriteria agar yang menerima manfaat benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, baru dua pekan berjalan, program Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung mulai dihadapkan permasalahan.

Itu setelah satu orang siswa dan satu tenaga guru menyatakan mengundurkan diri.

Saat ini, baik Pemkab Jombang maupun pihak sekolah melakukan upaya pendekatan persuasif agar keduanya kembali bergabung.

Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto membenarkan permasalahan tersebut.

Terdapat satu orang siswa dan satu tenaga guru menyatakan mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat.

”Hingga saat ini ada satu siswa (mundur, Red)). Faktornya karena homesick atau belum kerasan. Tapi kami masih terus berusaha melakukan pendekatan agar dia bisa kembali bergabung,” jelas Andik kepada Jawa Pos Radar Jombang, (28/7).

Sebagai langkah, pihaknya sudah menyampaikan kondisi tersebut ke Kemensos maupun Pemkab Jombang.

Sembari menunggu mekanisme dari pusat, pihaknya juga tetap melakukan upaya pendekatan baik kepada siswa dan orang tua.

”Pendekatan-pendekatan kita lakukan agar siswa tersebut dapat bersekolah lagi di SR,” tambahnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Siswa Sekolah Rakyat #Pemkab Jombang #siswa #SKb Mojoagung #siswa Sekolah Rakyat mundur #Jombang #Dinsos Jombang #Sekolah Rakyat #mundur