JombangBanget.id – Mundurnya satu guru PAI yang ditugaskan di Sekolah Rakyat ditindaklanjuti Kemenag Jombang.
Dari keterangan yang didapat, alasan mundurnya guru PAI lantaran faktor kesehatan.
Kemenag Jombang menunggu petunjuk dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur terkait mekanisme perganggantian guru tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui perihal mundurnya satu guru PAI Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung.
”Ya, kami sudah menerima informasi tersebut. Dan memang, guru PAI tersebut dari lingkup Kemenag Jombang,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (30/7).
Dijelaskan, sejak awal proses perekrutan, Kemenag Jombang diminta mencarikan satu guru PAI dengan nomor induk pegawai (NIP) Kemenag.
”Kita kan ada tiga guru yang NIP Kemenag. Akhirnya setelah proses rekrutmen selesai, terpilih lah guru itu. Namun ternyata mengundurkan diri,” jelas dia.
Dari informasi yang ia dapat, alasan mundurnya guru tersebut lantaran faktor kesehatan.
Sehingga dengan berat hati, guru tersebut mengundurkan diri sejak awal dimulainya Sekolah Rakyat pada 14 Juli lalu.
”Jadi beliau itu tidak bisa kalau harus tinggal di asrama mendampingi anak-anak karena kondisi kesehatan,” papar dia.
Sebagai langkah, Muhajir telah melaporkan hal tersebut ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk pengajuan proses penggantian.
”Sudah kita lakukan konsultasi ke kanwil dan belum ada jawaban,” jelas dia.
Dalam laporannya ke kanwil, Muhajir ingin menanyakan mengenai juknis penggantian guru PAI yang mundur dari Sekolah Rakyat.
Saat ini, pihaknya menunggu informasi dari Kanwil Kemenag Jatim apakah bisa dicarikan guru PAI yang NIP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang untuk menggantikan guru yang mundur.
”Kita juga punya guru yang NIP dinas P dan K. Kalau misalnya boleh, ya kita sampaikan untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung Andik Minarto mengatakan, selama ini proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meski ada satu guru PAI mundur.
”Jadi untuk sementara ini tidak ada kendala. Karena kita belum masuk ke materi umum. Selain itu, untuk pendidikan Agama Islam sementara bisa dihandle wali asuh,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz