JombangBanget.id - Kebutuhan mamin (makanan dan minuman) 100 siswa Sekolah Rakyat di Jombang masih mengandalkan katering.
Sebab, hingga kini penunjukan juru masak masih berproses di Kemensos.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan, untuk urusan permakanan bagi siswa sementara ini menggunakan katering.
”Ya, jadi sehari tiga kali dari katering,” ujar dia melalui Kadinsos Hari Purnomo, (15/7).
Hingga selasa, masih ada satu petugas juru masak yang sudah ditunjuk Kemensos.
”Jumlahnya kalau tidak salah ada empat. Yang sudah ada, baru satu kemarin, jadi kurang tiga,” tambahnya.
Ia menambahkan, dalam masa transisi ini, Kemensos telah menunjuk Person In Charge (PIC) atau penanggung jawab untuk mengawal kebutuhan Sekolah Rakyat.
Termasuk permakanan yang bekerja sama dengan kelompok masyrakat (pokmas) di wilayah Kecamatan Mojoagung untuk memasak kebutuhan siswa sehari-hari.
”Jadi PIC dari Kemensos ini kerja sama dengan pokmas yang kemarin menyediakan permakanan untuk lansia di wilayah Kecamatan Mojoagung. Untuk sementara ini kebutuhanan permakanan dicukupi dari katering,” papar dia.
Kendati demikian, untuk menu makanan yang diberikan disebut mendapat pengawalan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sehingga kebutuhan makanan dipastikan telah sesuai standar yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Pemkab Jombang Cek Kesiapan Sekolah Rakyat, Tenaga Ini Ternyata Belum Klir
”Termasuk pemberian tambahan makanan berupa snack dua kali dalam seminggu,” jelas dia.
Secara pasti, ia belum tahu sampai kapan pemberian makanan diserahkan lewat katering.
Namun yang jelas, jika penunjukan juru masak sudah klir maka untuk kebutuhan makan akan disediakan tim juru masak di Sekolah Rakyat.
”Karena yang menyediakan Kemensos maka seluruh prosesnya di sana,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz