JombangBanget.id – Puluhan SD negeri (SDN) di Jombang kekurangan siswa.
Salah satunya SDN Sumberaji 2 Kecamatan Kabuh, Jombang yang tahun ini hanya dapat dua siswa.
’’Sebetulnya ada tiga yang memasuki usia SD, tapi yang satu belum genap tujuh tahun, jadi sama orang tua dimasukkan TK B dulu,’’ kata Kepala SDN Sumberaji 2 Kecamatan Kabuh, Wahyudi.
Meski tiap tahun minim pendaftar, SDN Sumberaji 2 tetap membuka pagu 28 siswa. Kondisi geografis membuat SDN Sumberaji 2 minim peminat.
Tahun ini hanya mendapatkan dua siswa. Itu lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya dapat satu siswa saja.
Jumlah seluruh siswa SDN Sumberaji 2 hanya 10 siswa. Kelas 6 tahun ini yang paling banyak, empat siswa.
Kelas 5 tidak ada siswa sama sekali. Kelas 4 hanya dua siswa. Kelas 3 dan kelas 2 masing-masing satu siswa.
SDN Sumberaji 2 berada di Dusun Ngapus Desa Sumberaji. Tempatnya cukup terpencil, hanya ada 50 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar sekolah.
Apalagi tidak seluruhnya ada di Ngapus. Sebab banyak yang merantau ke luar Sumberaji.
Kondisi yang hampir sama juga terjadi di SDN Pojokklitih 2 Kecamatan Plandaan yang tahun ini hanya mendapatkan empat siswa.
’’Karena yang masuk usia SD minim sekali,’’ kata Kepala SDN Pojokklitih 2, Karmun.
Baca Juga: SPMB SMP Tuntas, 13 Sekolah Negeri di Jombang Masih Kekurangan Siswa, Berikut Daftar Lengkapnya
Total seluruh angkatan hanya 19 siswa. Siswa baru kelas 1 empat siswa, kelas 3 hanya empat siswa.
Kelas 5 empat siswa. Kelas 6 enam siswa. Sementara kelas 2 dan kelas 4 tidak memiliki siswa.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan, minimnya siswa yang mendaftar di sekolah juga bisa karena faktor geografis.
’’Sebab lainnya karena ada beberapa sekolah tingkat dasar di satu desa,’’ ucapnya.
Dia berharap, masyarakat yang anaknya sudah memasuki usia sekolah tetap disekolahkan dimanapun sesuai dengan pilihan masing-masing.
’’Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak sekolah, itu yang kami inginkan dari masyarakat,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz