JombangBanget.id – Banyaknya SD negeri (SDN) di Jombang yang jumlah pendaftarnya kurang dari 10 siswa membuat prihatin banyak pihak, salah satunya dewan pendidikan (DP).
Wacana merger perlu dipertimbangkan untuk memaksimalkan pembelajaran.
’’Wacana merger sekolah yang tidak diminati orang tua perlu dipertimbangkan. Sebab semakin sedikit murid di sekolah, juga berpengaruh pada operasional, termasuk honor GTT (guru tidak tetap) yang terlibat dalam pembelajaran,’’ kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Muhyiddin Zainul Arifin.
Ada 47 SDN yang peminatnya kurang dari 10 siswa tahun ini.
’’Dengan jumlah siswa yang minim pembelajaran sulit dilakukan dan semakin kecil honor gurunya,’’ ucapnya. Sehingga merger perlu dilakukan.
Salah satu penyebab SDN sepi peminat yakni berdirinya sekolah swasta baru berbasis keagamaan.
’’Berdirinya sekolah swasta baru berbasis keagamaan diimbangi dengan meningkatnya pendapatan orang tua. Sehingga sekolah swasta dengan kualitas baik dari sisi pembelajaran dan kualitas gedung menjadi pilihan,’’ urainya.
Minimnya siswa yang mendaftar di SDN juga bisa dikarenakan program KB yang berhasil. Sehingga menekan angka pertumbuhan penduduk di Kabupaten Jombang.
’’Program KB berhasil dengan slogan dua anak cukup, sehingga jumlah anak usia SD cenderung turun,’’ terangnya.
Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang kini harus berbenah.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mempererat silaturrahmi antara kepala sekolah dan guru dengan warga sekitar. ’’Bisa door to door ke rumah-rumah,’’ ujarnya.
Baca Juga: Masih Banyak Siswa di Jombang Belum Daftar Ulang SPMB SMAN dan SMKN, Begini Sikap Sekolah
Sementara itu, dikonfirmasi soal merger SDN yang sepi peminat, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, belum memberikan respons.
Sistem penerimaan murid baru (SPMB) SDN di Kabupaten Jombang telah selesai dilaksanakan pada 30 Juni. Sebanyak 47 SDN tercatat mendapatkan murid kurang dari 10. Bahkan ada yang tak dapat murid sama sekali. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz