Senin (10/3) di Di SMK Unggulan NU Mojoagung, Ustad Zaenal Maarif, selaku kepala sekolah menyampaikan persiapan siswa untuk magang atau praktik kerja industri (Prakerin).
’’Kita akan menyeleksi siswa untuk magang di tempat kerja yang siap memberikan gaji 80 persen,’’ tuturnya.
Misalnya karyawan asli digaji Rp 100 ribu per hari, maka siswa magang digaji Rp 80 ribu per hari. ’’Ini kesempatan emas karena biasanya anak magang itu tidak digaji,’’ terangnya.
Siswa yang akan dikirim magang di Pasuruan itu harus memenuhi minimal dua syarat.
’’Harus sudah menguasai semua ilmu yang dibutuhkan di tempat magang. Juga harus akas, aktif dan disiplin,’’ tegasnya.
Sebelum magang siswa dilatih di teaching factory (TEFA) milik sekolah. Ini model pembelajaran yang berbasis produksi atau jasa mengacu pada standar dan prosedur industri.
Sehingga siswa memiliki keterampilan sesuai yang dibutuhkan dunia kerja dan industri.
’’Biaya sekolah disini hanya ada SPP Rp 90 ribu per bulan. Tidak ada tambahan biaya praktik dan lain-lain. Ini karena hasil praktek siswa di TEFA produknya bisa kita jual. Sehingga hasilnya bisa menutup biaya praktikum,’’ ungkap Ustad Zaenal Ma'arif.
Oleh Ninis Hari Yanti Maulidiyah, Kelas 12 Akuntansi SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang
Editor : Ainul Hafidz