Jumat (11/10) di rumah Keras, Diwek, saya membaca buku berjudul What's So Wrong About Your Self Healing yang ditulis Ardhi Mohamad.
Buku ini menjelaskan pentingnya kita memiliki harapan.
’’Harapan-harapan yang kita bangun seringnya kalah, dihajar oleh realitas, berulang- ulang.Tahu nggak perasaan terburuk itu apa? Bukan marah, bukan sedih, bukan kesal, bukan sekedar kecewa.Tapi kondisi kita nggak peduli lagi dengan apapun, nggak punya motivasi lagi untuk melakukan apa-apa, nggak ada lagi yang bisa diharapkan. It's hopelessnes,’’ tulis buku itu.
Tidak punya harapan sangat berbahaya. Orang yang nekat bunuh diri itu karena tidak punya lagi harapan.
Orang beriman tidak boleh putus harapan. Orang beriman punya Allah SWT sebagai tempat menggantungkan harapan.
Qul huwallahu ahad, Allahussamad. Allah tuhan yang esa tempat kita bergantung.
Harapan yang kita prioritaskan adalah yang paling kita kejar, yang paling banyak kita kerahkan tenaga, waktu dan uang.
Ketika kita membuat seluruh narasi harapan terbesar dalam hidup kita adalah diperlakukan spesial oleh manusia lain, maka kita pasti menyesal.
Apapun yang kita gantungkan pada orang lain pasti akan berakhir kecewa. Sekali lagi, karena hanya kepada Allah SWT kita harus menggantungkan harapan.
Oleh: Zahra Aulia, kelas 8-A MTsN 15 di Keras, Diwek, Jombang
Editor : Ainul Hafidz