JombangBanget.id – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) SD di Jombang bakal dilaksanakan Oktober.
Kini sekolah-sekolah telah mengadakan simulasi mandiri.
Tujuannya, agar nilai rapor pendidikan yang masih belum optimal bisa meningkat tahun ini.
’’Simulasi serentak masih 23-26 September. Sekarang kita simulasi mandiri,’’ kata Kepala SDN Barongsawahan 2 Kecamatan Bandarkedungmulyo, Agus Susanto.
Ada sembilan siswa yang ikut simulasi. Mereka itu juga yang nantinya mengikuti ANBK sesungguhnya.
’’Idealnya memang 30 siswa inti dan lima siswa cadangan. Kami sekolah kecil, jadi semuanya menjadi peserta,’’ terangnya.
Di simulasi, siswa diajarkan teknis operasional chromebook dan juga praktik mengerjakan soal literasi dan numerasi.
’’Di sistem puspenas sudah ada contoh soalnya, itu yang kami pakai,’’ jelasnya.
Simulai mandiri bakal dilakukan dua sampai tiga kali sebelum pelaksanaan.
Sebab, butuh persiapan yang matang agar rapor pendidikan SDN Barongsawahan 2 bisa meningkat.
Tahun 2022 lalu, nilai rapor pendidikan SDN Barongsawahan 2 masih merah.
2023 hasilnya sudah ada peningkatan, meski belum maksimal utamanya di bidang numerasi.
Soal numerasi yang disampaikan mayoritas dalam bentuk cerita, belum semuanya dikuasai siswa.
’’Literasi sudah hijau, tinggal numerasi yang merah. Harapannya hijau semua, jadi jauh-jauh hari kita ajari. Kebetulan kita juga punya chromebook, jadi bisa berlatih beberapa kali,’’urainya.
Untuk menunjang keberhasilan nilai numerasi dengan membuat program Matasiteru (matematika terampil asik dan seru).
’’Kami belum dapat BOS kinerja, kami sekolah kecil yang butuh dana segar, salah satu upayanya dengan memperbaiki rapor pendidikan,’’ bebernya.
Simulasi mandiri juga dilakukan SDN Mojongapit 3 Kecamatan Jombang yang merupakan sekolah penggerak.
Tahun ini terakhir menerima BOS kinerja. Harus berupaya lebih keras untuk mendapatkan BOS kinerja kategori sekolah dengan kemajuan terbaik.
’’Salah satu upayanya, mempersiapkan ANBK sebaik mungkin, agar rapor pendidikan meningkat, dan mendapatkan BOS kinerja. Karena BOS kinerja sangat membantu sekolah,’’ ungkapnya.
Nilai rapor pendidikan SDN Mojongapit 3 juga belum optimal dan masih dibawah KKM (kriteria ketuntasan minimal).
Utamanya di numerasi, sehingga butuh persiapan ekstra untuk meningkatkan nilai rapor pendidikan.
’’Kemampuan memahami soal butuh latihan, apalagi rata-rata numerasi soal cerita,’’ katanya.
Simulasi juga dilakukan untuk membiasakan siswa mengoperasikan komputer atau chromebook.
’’Karena anak-anak tidak setiap hari mengoperasikan chromebook, jadi kita biasakan. Kami juga masih punya soal tahun lalu, jadi kita latih pakai itu,’’ jelasnya.
Pihaknya juga menambah kemampuan siswa melalui komunitas belajar yang dilakukan setiap Selasa.
’’Agar meningkatkan kualitas siswa, dan dapat BOS kinerja,’’ ucapnya.
Simulasi ANBK SD dilaksanakan Senin-Kamis 23-26 September.
Kemudian 9-22 Oktober pelaksanaan Sulingjar (survei lingkungan belajar) yang diikuti kepala sekolah dan guru SD.
Pelaksanaan ANBK SD tahap 1 pada 28-31 Oktober.
Tahap 2 pada 4-7 November. Sementara untuk ANBK paket A, tahap 1 pada 2-3 November dan tahap 2 pada 9-10 November. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz