SELASA(30/7) di PP Al Hikmah Nurul Quran Bendungrejo Jogoroto, Jombang, Ustad Muhdi Surur, selaku pengasuh menjelaskan kiat agar ilmu manfaat.
’’Tujuan santri itu tidak ada yang lain kecuali hanya mencari ilmu. Agar ilmu manfaat dan berkah, Imam Syafii memberikan empat kiat,’’ tuturnya.
Pertama, hati harus bersih, selalu takut kepada Allah SWT. Takut bermaksiat kepadaNya.
’’Agar hati bersih, hindari semua maksiat dan dosa. Tidak boleh bohong, sombong, iri hati, dengki, pamer dan lainnya,’’ jelasnya.
Kedua, makanan dan minumannya halal.
’’Jangan sampai memakan makanan yang subhat apalagi haram,’’ terangnya. Tidak boleh memakai dan mengambil yang bukan haknya. Tidak boleh gasab.
Ketiga, doa orang tua.
’’Orang tua harus senantiasa mendoakan anaknya yang sedang mencari ilmu,’’ ungkapnya.
Si anak juga harus selalu mendoakan orang tuanya. Sebab hati itu bertaut. Ketika anak mendoakan orang tua, maka orang tua juga pasti mendoakan anak.
Keempat, rida guru.
’’Jangan sampai membuat hati guru kita kecewa,’’ pesannya.
Baca Juga: Student Journalism: Mendengarkan Guru
Tidak boleh melanggar aturan yang dibuat guru. Harus menaati nasihat guru. Tidak boleh membantah guru.
Oleh: Muhammad Ahnaf Hafid Roif Hisbulloh, santri PP Al Hikmah Nurul Qur'an, Bendungrejo, Jogoroto, Jombang
Editor : Ainul Hafidz