Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Heri Santoso: Tiga Arah Pendidikan yang Tak Boleh Ditinggalkan

Rojiful Mamduh • Rabu, 15 Mei 2024 | 15:30 WIB
Anggota Komisi C DPRD Jombang, H Heri Santoso ST
Anggota Komisi C DPRD Jombang, H Heri Santoso ST

JombangBanget.id - Anggota Komisi C DPRD Jombang, H Heri Santoso ST, memiliki gagasan yang bagus terkait refleksi peringatan hari pendidikan 2 Mei.

’’Ada tiga arah pendidikan yang tak boleh ditinggalkan,’’ kata anggota fraksi PKS ini.

Pertama, pendidikan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT.

’’Allah SWT menganugerahkan laut luas dan laut dangkal satu-satunya di dunia. Sehingga Indonesia gudangnya ikan. Tanahnya subur. Kaya hutan tropis dengan berbagai tanaman. Pendidikan harus mengarahkan anak bangsa untuk memanfaatkan semua kekayaan alam itu,’’ urai ketua takmir Masjid Al Ikhlas Waru Sidoarjo ini.

Sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat tersebut, arah pendidikan tidak boleh mengesampingkan sektor pertanian dan perikanan.

Ilmu-ilmu kelautan, perikanan, pertanian, kehutanan harus dimaksimalkan.

’’Pertanian tidak boleh kalah dari Belanda dan Thailand. 30 persen kentang dunia dari Belanda,’’ ucap direktur PT Pilar Indo Abadi ini.

Padahal lahan mereka jauh lebih sempit dari Indonesia. Tapi mereka bisa merekayasa suhu, cuaca hingga pengairan.

Kedua, arah pendidikan harus menghasilkan generasi muda yang cinta negerinya.

’’Sekarang ini cinta negara makin hari makin luntur. Baik secara kultur, ekonomi maupun lainnya. Sehingga jadi santapan empuk bagi penjajah,’’ tegas alumnus SMAN 2 Jombang dan ITS Surabaya ini.

Buktinya, sekarang ini jarang anak muda mau membeli produk dalam negeri.

Baca Juga: Heri Santoso: Kita Sudah Punya Hari Guru Nasional, Tapi Belum Betul-betul Menghargai Guru

Sehingga banyak produk dalam negeri yang gulung tikar.

’’Beda dengan di Jepang dan Korea. Mereka sangat cinta produk dalam negeri. Produk dalam negeri boleh dikritik, tapi tetap harus dibeli. Sehingga pabrik bisa terus produksi dan memperbaiki kualitas,’’ urai anggota dewan asal Sepanyul Gudo yang terpilih melalui dapil IV, Ngoro, Gudo, Perak dan Bandarkedungmulyo ini.

Ketiga, pendidikan harus menanamkan etika.

’’Di Jepang, pendidikannya memanusiakan manusia. Sejak usia dini diajari moral,’’ terangnya.

Antre itu manusia. Menyerobot antrean itu bukan manusia. Taat rambu lalu lintas itu manusia.

Menerobos rambu lalulintas itu bukan manusia.

Buang sampah pada tempatnya itu manusia. Buang sampah sembarangan itu bukan manusia.

Hemat pakai air itu manusia. Boros pakai air itu bukan manusia. Disiplin dan kerja keras itu manusia. Tidak tepat waktu dan malas itu bukan manusia. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tiga #Hari Pendidikan #Komisi C #Heri Santoso #arah #Pendidikan #Jombang #anggota #DPRD