Koperasi di Jombang Hadapi Kendala Modal, Ini yang Harus Disiapkan

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 05:54 WIB
INOVASI: Kepala Dinkop UM, Hari Purnomo, membuka sosialisasi akses pemodalan UM di Ruang Setjo Adiningrat Kantor Pemkab Jombang, Kamis (10/9). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
INOVASI: Kepala Dinkop UM, Hari Purnomo, membuka sosialisasi akses pemodalan UM di Ruang Setjo Adiningrat Kantor Pemkab Jombang, Kamis (10/9). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Koperasi di Kabupaten Jombang masih menghadapi tantangan dalam mengakses permodalan.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang mendorong pengurus koperasi memperbaiki tata kelola dan menyiapkan dokumen usaha agar peluang memperoleh pembiayaan semakin terbuka.

Sosialisasi diikuti perwakilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Koperasi Wanita (Kopwan), serta Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Narasumbernya dari Kantor Satuan Tugas Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Jawa Timur, Ahmad Hidayat SSi.

Baca Juga: Student Journalism: Jangan Malu Tampil

’’Sosialisasi akses permodalan koperasi ini menjadi sangat penting. Diharapkan dapat membuka wawasan pengurus  mengenai berbagai alternatif sumber permodalan,’’ kata Hari Purnomo.

Koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui peningkatan kapasitas usaha anggota sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi koperasi adalah keterbatasan dan belum optimalnya akses  permodalan.

Baca Juga: Binrohtal: Lima Sifat Rasulullah yang Disebut dalam QS At-Taubah Ayat 128

Karena itu, pemahaman terkait berbagai alternatif pembiayaan perlu terus diperkuat.

Sumber permodalan dapat berasal dari berbagai lembaga pembiayaan maupun sumber lainnya.

Pemanfaatannya harus disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, serta kemampuan masing-masing koperasi.

Sosialisasi juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman koperasi terkait mekanisme, persyaratan, prosedur, dan ketentuan pengajuan pembiayaan.

Kesiapan administrasi menjadi salah satu faktor penting agar koperasi lebih mudah mengakses pembiayaan.

’’Koperasi perlu memiliki tata kelola yang baik, laporan keuangan yang tertib, proposal usaha, serta dokumen pendukung lainnya,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Bakar Daduk Tebu, Lansia di Jombang Tewas Dikepung Api

Hari berharap, peserta memanfaatkan kegiatan untuk menggali informasi, aktif berdiskusi, sekaligus membangun jejaring dengan lembaga pembiayaan.

Sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, dan lembaga pembiayaan dinilai diperlukan untuk memperluas akses permodalan.

”Sinergi dan kolaborasi sangat diperlukan agar akses permodalan semakin mudah dan dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha koperasi di Kabupaten Jombang,” ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
DInkop UM modal Jombang masalah koperasi