JombangBanget.id – Kepastian hunian tetap (huntap) bagi korban longsor di Kecamatan Wonosalam mulai disiapkan Pemkab Jombang.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang telah mengajukan anggaran pembangunan huntap dalam APBD 2027.
Kepala Dinas Perkim Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti mengatakan, usulan anggaran pembangunan huntap bagi korban longsor Wonosalam sudah masuk dalam rencana APBD 2027.
Baca Juga: Bus Pemkab Jombang Bawa Rombongan Teater Selamat dari Kecelakaan di Tol
Namun, besaran anggarannya belum ditetapkan karena masih ada pembahasan terkait pergeseran anggaran.
"Sudah kami ajukan masuk di APBD 2027," katanya.
Menurut Dian, besaran anggaran masih akan dibahas bersama pihak terkait.
Salah satunya terkait adanya pergeseran anggaran dalam penyusunan APBD 2027.
Baca Juga: Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, Empat Penumpang Hiace Tewas
"Cuma ini ada pergeseran (anggaran) dan sebagainya. Seperti apa ini akan kami rapatkan dahulu bersama teman-teman," ujarnya.
Rencana pembangunan huntap tersebut berkaitan dengan bencana longsor di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Kecamatan Wonosalam, pada 7 Februari 2024.
Bencana itu merusak belasan rumah. Sebanyak 36 jiwa dari 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka dinilai sudah tidak aman.
Sebagai penanganan awal, Pemkab Jombang menyediakan hunian sementara (huntara) melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Huntara disiapkan sembari pemerintah daerah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.
Longsor kembali terjadi di wilayah tersebut pada Januari 2025.
Baca Juga: Ethno Carnival Jadi Identitas Baru Desa Genukwatu Jombang
Peristiwa itu kembali merusak rumah warga dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Warga yang tinggal di zona merah kemudian direlokasi dan hingga kini menempati huntara yang disediakan Pemkab Jombang.
Jumlah warga yang direlokasi pascabencana 2025 mencapai sekitar 28 kepala keluarga. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz