JombangBanget.id – Data penerima bansos di Jombang terus diperbarui melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan kondisi sosial ekonomi warga tetap terpantau.
Pemkab Jombang menyebut pemutakhiran diperlukan agar bantuan lebih tepat sasaran dan mengurangi kesalahan data.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Agung Hariadi mengatakan, pemutakhiran data dilakukan untuk memperoleh data sosial ekonomi masyarakat yang valid dan sesuai dengan kondisi terkini.
Baca Juga: 1.500 Warga Terdeteksi TBC dari Mobile Skrining Dinkes Jombang
”Ya, untuk mendapatkan data sevalid mungkin,” ujar Agung.
Data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan dan intervensi sosial. Sebab, kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa berubah sewaktu-waktu.
Warga yang sebelumnya masuk kategori penerima bantuan, misalnya, bisa saja sudah mengalami peningkatan kesejahteraan.
Sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya dinilai mampu juga bisa mengalami perubahan kondisi ekonomi sehingga membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Grebeg Tahu Sumbermulyo Jombang, 14 Gunungan Jadi Rebutan Warga
Karena itu, pemutakhiran DTSEN diharapkan mampu menekan kesalahan sasaran penerima bantuan.
Baik warga yang seharusnya tidak menerima bantuan tetapi masih tercatat (inclusion error), maupun warga yang sebenarnya layak menerima bantuan namun belum masuk dalam data (exclusion error).
”Menurunkan inclusion dan exclusion error,” tegasnya.
Agung juga memastikan tidak ada batasan waktu tertentu dari Kementerian Sosial (Kemensos) dalam melakukan pemutakhiran data tersebut.
Artinya, ketika ditemukan adanya perubahan kondisi sosial ekonomi warga, data dapat disesuaikan melalui mekanisme yang berlaku.
”Nggak ada batasan dari Kemensos,” katanya.
Baca Juga: Gus Zuem: Muktamar 35 dan Khittah 26
Pemutakhiran data tersebut melibatkan berbagai kanal pendataan pemerintah.
Masyarakat maupun pemerintah desa/kelurahan dapat turut memastikan kondisi data sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Di antaranya melalui SIKS-NG, aplikasi Cek Bansos, maupun laman DTSEN.
Dinsos Jombang berharap proses tersebut tidak sekadar memperbarui jumlah atau daftar penerima bantuan.
Baca Juga: Hasil Uji Lab Belum Keluar, Korwil BGN Jombang Malah Bungkam
Lebih dari itu, data yang terus diperbarui diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat.
Dengan begitu, pemerintah dapat lebih tepat menentukan warga yang memang membutuhkan bantuan.
Sementara penerima yang sudah tidak sesuai kriteria dapat diperbarui berdasarkan hasil verifikasi.
”Untuk mendapatkan data sevalid mungkin,” pungkas Agung. (yan/fid)
Editor : Ainul Hafidz