JombangBanget.id — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) mempercepat normalisasi Afvour Dero.
Langkah ini sebagai upaya mengurangi potensi genangan, khususnya di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Watudakon.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menyatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas saluran pembuang sekaligus menjaga fungsi jaringan pengairan tetap optimal.
Baca Juga: Inovasi Dinas PUPR Jombang! LAUK-ON Permudah Uji Konstruksi Secara Digital
Afvour Dero menjadi bagian penting dalam sistem DAS Watudakon yang bermuara ke Afvour Watudakon.
Seluruh jaringan afvour di kawasan tersebut memiliki peran vital dalam mengalirkan limpasan air, terutama saat debit meningkat.
”Normalisasi ini penting untuk memastikan saluran tetap berfungsi optimal dalam mengalirkan air, baik untuk kebutuhan pengairan maupun pembuangan,” katanya.
Berdasarkan data pelaksanaan, normalisasi direncanakan sepanjang 4.000 meter mencakup Desa Kedungbetik dan Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben.
Hingga saat ini, pekerjaan di Desa Kedungbetik sudah rampung sepanjang 1.565 meter.
”Sementara di Desa Kedungmlati masih berlangsung dengan progres penanganan mencapai 725 meter,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaan, pihaknya mengerahkan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerukan sedimentasi, pembersihan vegetasi liar, serta penataan ulang penampang saluran agar sesuai kapasitas rencana.
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menambahkan, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar mampu mengalirkan air secara maksimal.
”Tujuannya meningkatkan kapasitas aliran, mengurangi sedimentasi, serta mencegah penyempitan saluran yang bisa memicu genangan di permukiman maupun lahan pertanian,” terangnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari mitigasi risiko hidrologis di tengah perubahan pola cuaca yang semakin dinamis.
Baca Juga: RDTR Ploso Jombang Terhubung OSS, Perizinan Tata Ruang Lebih Cepat dan Digital
Dengan kondisi saluran yang terpelihara, aliran air diharapkan lebih lancar sehingga beban pada sistem drainase utama dapat berkurang.
Pihaknya menargetkan normalisasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh panjang saluran tertangani.
”Upaya ini kami harapkan mampu meminimalkan risiko genangan sekaligus mendukung keberlanjutan sistem irigasi dan pertanian di wilayah itu,” ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz