Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kepemimpinan Warsubi-Salman di Jombang Dinilai Kolaboratif, NU dan Muhammadiyah Siap Kawal Program

Anggi Fridianto • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:41 WIB

 

Pemkab Jombang meraih predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PANRB.
Pemkab Jombang meraih predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PANRB.

JombangBanget.id - Satu tahun kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin mendapat apresiasi dari dua ormas besar di Jombang.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) menilai, dalam kurun waktu satu tahun berbagai langkah positif telah dilakukan oleh pasangan kepala daerah tersebut.

”Memang satu tahun bukan waktu yang lama, tetapi saya melihat banyak hal yang sudah dilakukan beliau berdua. Kami sangat mengapresiasi karena selama ini selalu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan NU,” ujarnya.

Gus Fahmi menyebut, kepemimpinan yang terjalin dengan komunikasi baik dan kolaboratif menjadi modal penting untuk membangun daerah.

Ia juga menilai kondisi Jombang selama setahun terakhir relatif aman dan kondusif.

”Alhamdulillah Jombang tetap dalam kondisi aman. Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati bisa terus memimpin dengan amanah hingga akhir masa jabatan,” katanya.

Ia mengutip prinsip al-muhafadhotu ‘alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, mempertahankan hal-hal baik yang telah berjalan serta menghadirkan terobosan yang lebih baik untuk kemajuan Jombang.

”Kami mendoakan semoga beliau berdua istiqamah, memimpin dengan amanah, dan membawa Jombang menjadi daerah yang lebih baik,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang Abdul Malik.

Doktor Malik, sapaan akrabnya, menegaskan Muhammadiyah siap mendukung program-program pemerintah daerah.

”Seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah se-Kabupaten Jombang siap men-support dan mengawal program-program keummatan yang dijalankan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Khususnya dalam program-program ekonomi keummatan yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.

”Harapannya Jombang menjadi kabupaten yang lebih maju, sejahtera, bermartabat, dan barokah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang KH Zaimuddin Wijaya As'ad (Gus Zuem) menyampaikan, satu tahun kepemimpinan menjadi momen penting untuk evaluasi sekaligus pembelajaran menghadapi dinamika pemerintahan.

”Alhamdulillah, tidak terasa Pemerintah Kabupaten Jombang sudah satu tahun di bawah kepemimpinan Abah Warsubi dan Gus Salman. Satu tahun ini sepertinya waktu yang singkat, akan tetapi adalah seperlima dari masa jabatan yang akan ditempuh. Banyak dinamika yang terjadi, sehingga banyak pelajaran yang harus diambil,” ujarnya.

Dia menyoroti kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo yang dinilai belum melibatkan peran kabupaten secara maksimal.

Beberapa program seperti sekolah rakyat dan koperasi desa disebut berada di desa, namun kebijakan keuangan langsung dikendalikan pusat.

”Yang lebih memusingkan lagi ketika TKD transfer kepada daerah untuk APBD dikurangi atas nama efisiensi. Dampaknya luar biasa, terutama bagi pegawai daerah. Khususnya guru SD maupun guru SMP yang honornya menjadi tanggung jawab kabupaten, menurut saya kurang layak,” katanya.

Zaimuddin menyebut kondisi tersebut menjadi dilema.

Di satu sisi anggaran dari pusat berkurang, di sisi lain pemerintah daerah tidak leluasa menambah pemasukan dari pajak karena berpotensi berdampak negatif.

”Nah, ini memang simalakama. Akan tetapi saya berharap tahun pertama ini adalah tahun orientasi, tahun pembelajaran buat bupati dan wakil bupati untuk mengetahui hal-hal yang bisa disikapi untuk kelanjutan masa jabatannya,” tuturnya.

Dia berharap pengalaman pada tahun pertama menjadi bekal untuk memimpin lebih bijaksana dan menyentuh kepentingan masyarakat secara luas.

”Belajar dari apa yang terjadi pada tahun pertama ini, saya berharap untuk selanjutnya bisa memimpin Kabupaten Jombang dengan lebih bijaksana, lebih menyentuh banyak kepentingan masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat Jombang lebih segera mudah dicapai,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #NU #salman #Warsubi #Jombang #Satu #satu tahun #Kolaboratif #muhammadiyah