JombangBanget.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang tengah mematangkan perencanaan proyek pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) baru di Kecamatan Ngoro.
Proyek ini dirancang menjadi RTH terintegrasi yang menghubungkan berbagai fasilitas publik di sekitarnya.
Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum menjelaskan, konsep RTH akan terintegrasi dengan sejumlah sarana publik di area sekitar.
"Konsepnya nanti menjadi RTH yang terintegrasi dengan fasilitas publik seperti kantor Kecamatan Ngoro, sekolah-sekolah (SMAN dan SMPN 1 Ngoro), gedung Pramuka, serta permukiman di sekitar lokasi,” katanya.
Ulum menyebutkan, RTH Ngoro diperkirakan memanfaatkan lahan seluas 3.500 hingga 4.000 meter persegi.
Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses penyusunan Detail Engineering Design (DED).
"Kurang lebih luasnya sekitar 3.500–4.000 meter persegi. Untuk saat ini yang sedang proses DED adalah yang di Ngoro,” ujarnya.
Menanggapi rencana pembangunan RTH di Kecamatan Kabuh, Ulum menyampaikan penyusunan DED tersebut belum berjalan.
"Yang di Kabuh belum,” tegasnya.
Ulum menambahkan anggaran untuk penyusunan DED RTH Ngoro telah tersedia pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) tahun 2025.
"PAPBD ini masih tersedia anggaran untuk DED RTH di Ngoro,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Berencana Lanjutkan Proyek Pembangunan RTH Ceweng, Segini Anggaran yang Diusulkan
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi berencana membangun dua ruang terbuka hijau (RTH) baru di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Kabuh.
Rencana tersebut kini mulai dimatangkan bahkan penganggaran masuk dalam APBD 2026.
Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5 miliar lebih.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang, Agus Purnomo, menyampaikan pihaknya telah meninjau langsung lahan untuk pembangunan RTH di dua kecamatan tersebut.
”Sudah kita pantau. Tentunya untuk memastikan kesiapan lahan yang akan dibangun RTH,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (20/11).
Menurut Agus, lokasi RTH di Ngoro direncanakan berada di sebelah barat kantor kecamatan.
Sedangkan RTH di Kecamatan Kabuh direncanakan berada di Desa Karangpakis. Namun, lokasi itu masih menunggu keputusan bupati.
”Dua titik itu direncanakan pembangunannya pada 2026. Ini bagian dari program prioritas Abah Bupati untuk membangun RTH,” jelasnya.
Agus menegaskan, perencanaan RTH di Ngoro sudah matang, termasuk dari sisi kesiapan anggaran.
Namun, detail besaran anggaran masih berada di kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
”Nanti soal nilai anggaran bisa ditanyakan ke DLH. Yang di Ngoro dan yang di Kabuh sama-sama ikut DLH,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut Agus, proses yang berjalan adalah peninjauan lapangan untuk menentukan titik pasti sebelum laporan disampaikan kepada bupati.
Setelah mendapat persetujuan Bupati Warsubi, tahapan selanjutnya yaitu penyusunan Detail Engineering Design (DED).
"Setelah DED selesai, baru masuk ke tahapan pembangunan. Targetnya mulai 2026,” kata Agus.(yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz