JombangBanget.id – Rencana rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang dipastikan tetap berjalan.
Pelaksanaannya menunggu proses tender yang saat ini tengah berlangsung di pusat.
’’Kata teman-teman balai (BBWS Brantas), masih proses tender. Kami tidak memantau proses tendernya sejauh mana,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni.
Rehabilitasi tersebut dijadwalkan dimulai akhir 2025 atau awal 2026. Tergantung pada penetapan pemenang tender dan penandatanganan kontrak.
’’Sekalian menunggu pemenang tender dan kontraknya juga,’’ imbuhnya.
Pekerjaan utama yang akan dilakukan meliputi penggantian karet pintu Bendung Jatimlerek.
Meski begitu, hingga kini belum ada persiapan di daerah. Termasuk belum ada sosialisasi kepada para petani.
’’Pasti nanti ada imbasnya ke petani ketika sudah mulai dikerjakan. Karena akan mengganggu aliran air. Karena sekarang belum dimulai, jadi daerah masih menunggu,’’ ungkapnya.
Sementara itu, pantauan di laman resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kementerian PUPR, Sabtu (15/11), paket dengan nama Rehabilitasi Bendung Jatimlerek dengan pagu anggaran Rp 279,9 miliar bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat masih dalam tahap tender.
Pada kolom tahapan tertulis proses evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga dijadwalkan berlangsung hingga 27 November.
Rehabilitasi bendung merupakan hasil upaya Pemkab Jombang agar desain bendung karet diubah.
Baca Juga: Operator Bendung Karet Jatimlerek Kembali Bertugas, Irigasi Jatimlerek Berangsur Normal
Sehingga pemerintah pusat akhirnya melelang proyek dengan total 11 item pekerjaan.
Di antaranya, pekerjaan coverdam, pekerjaan tanah, perkerasan berbutir dan aspal. Pekerjaan struktur, pemancangan, armor, pembongkaran, hingga rehabilitasi bendung karet dan pelengkapnya.
Bendung Karet Jatimlerek merupakan bendung karet pertama yang dibangun di Sungai Brantas.
Proyek ini dimulai pada 1989 dan selesai pada 27 November 1992.
Bendung tersebut berperan penting dalam menunjang sistem irigasi wilayah utara Sungai Brantas.
Bendung mengalami sejumlah kebocoran yang berdampak penurunan elevasi air di bagian hulu.
Air tidak dapat masuk ke Intake Saluran Irigasi Jatimlerek secara optimal. Pada 2016 lalu, BBWS Brantas sempat mengganti badan karet dengan yang baru.
Namun kebocoran kembali muncul, terutama pada bentang karet nomor 6 di tahun 2024. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz