JombangBanget.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Jombang menghadirkan inovasi menarik dalam Jombang Fest melalui kegiatan bertema; Warung Literasi Sos Lina Numpak Sepeda Jengki.
Ini merupakan hasil kolaborasi dua bidang sekaligus, Bidang Perpustakaan dan Bidang Kearsipan, yang memadukan literasi membaca dan literasi arsip dalam satu wadah kreatif.
Kepala Disperpusip Jombang, Thonsom Pranggono, menjelaskan, Bidang Perpustakaan menampilkan Pojok Baca serta Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Sementara dari sisi Kearsipan, mengusung Sosialisasi Literasi Arsip Anak Menuju Peningkatan Wawasan Sejarah dan Pembangunan di Kabupaten Jombang Jaringan Informasi Kearsipan Nasional Berkibar (Sos Lina Numpak Sepeda Jengki).
’’Warung Literasi ini kami jadikan uji coba kegiatan kolaboratif seperti yang sudah berhasil di kabupaten dan kota lain. Tujuannya, menumbuhkan budaya baca, meningkatkan kesadaran sejarah, dan memberdayakan masyarakat melalui literasi,’’ kata Thonsom.
Ini melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Hasyim Asy’ari Jombang yang sedang magang.
Mereka menjalankan konsep warung literasi dengan menjual produk hasil petani dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Disperpusip melalui program TPBIS.
Selama kegiatan, penjualan onsite dan online mencapai Rp 2 juta.
Para mahasiswa mengaku mendapat pengalaman berharga dalam mengasah jiwa kewirausahaan.
Disperpusip juga menampilkan karya siswa MAN 1 Jombang berupa Game Sandur Manduro, yang berhasil masuk final Olimpiade Madrasah Nasional 2025 di Banten.
Pengunjung juga disuguhi pengalaman budaya melalui pembagian jamu beras kencur gratis.
Baca Juga: Jombang Fest Hadirkan Lomba Religi hingga Karnaval Budaya, Ini Jadwalnya
Ini mengenalkan tradisi minum jamu sebagai bagian dari literasi budaya.
’’Stan kami mendapat sambutan luar biasa, dikunjungi sekitar 250 orang. Kami berharap ke depan, Warung Literasi bisa hadir di berbagai titik keramaian, kecamatan, bahkan desa. Dengan begitu, literasi bisa menjadi penggerak ekonomi, mengurangi pengangguran, dan membantu pengetasan kemiskinan,’’ terangnya.
Disperpusip Jombang berkomitmen terus mendukung program kerja Abah Bupati Warsubi, terutama melalui digitalisasi layanan perpustakaan dan kearsipan hingga ke desa-desa.
Serta penguatan TPBIS sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
’’Literasi itu memberdayakan dan menginspirasi, seperti pesan Bunda Literasi Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi. Literasi arsip mengajarkan kita memahami sejarah, budaya, dan kebijakan dengan bijak untuk masa depan generasi bangsa,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz