JombangBanget.id – Pemerintah pusat sudah menunjuk kepala sekolah di Sekolah Rakyat.
Namun untuk tenaga kependidikan sampai saat ini masih belum jelas.
Pemkab sementara ini menunggu keputusan pusat usai mengusulkan 100 nama.
’’Untuk sementara kepala sekolah yang sudah ada, untuk guru dan tenaga kependidikan belum ada,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Hari Purnomo, Kamis (3/7).
Seratus nama tenaga kependidikan yang diusulkan merupakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu dari Kemensos.
Di antaranya untuk tenaga administrasi, mulai dari operator, bendahara hingga TU.
Serta wali asuh, wali asrama, tenaga keamanan hingga tenaga kebersihan dan juru masak.
’’Kelihatannya akan diproporsionalkan, karena ada beberapa yang kemarin tidak kami usulkan. Kemungkinan Kemensos mencari SDM (sumber daya manusia) yang lain berdasarkan data BKN (Badan Kepegawaian Negara),’’ imbuhnya.
Terakhir yang diterima berkaitan kepala sekolah.
‘’Terkait SDM, kita dikirimi SK untuk kepala sekolah. Itu pun sebelumnya yang diusulkan dasarnya permintaan dari pusat. Kita diminta mengusulkan kepala sekolah untuk SMP dan SMA,’’ terangnya.
SK turun berbunyi kepala sekolah. Bukan kepala sekolah dengan jenjang pendidikan SMP maupun SMA.
Baca Juga: KBM Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli, Begini Kesiapan dan Jumlah Siswa di Jombang
’’Yang mengikuti retret itu yang diusulkan untuk SMA. Di SK ini berbunyi kepala sekolah. Ini kami juga belum ada konfirmasi, apakah sudah kepala SR ini saja atau nanti masih ada untuk SMP, sampai sekarang belum ada informasi,’’ ungkapnya.
Sosok yang ditunjuk menjadi kepala Sekolah Rakyat merupakan guru dari SMKN 3 Jombang, Andik Winarto. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz