Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

DPMD Jombang Terus Cetuskan Inovasi, Berikut 10 Desa Masuk Kategori Desa Tematik

Dwi Aris Supriyanto • Selasa, 27 Mei 2025 | 18:08 WIB
Bupati Warsubi canangkan BBGRM ke-XXII dan meluncurkan program Desa Tematik Kabupaten Jombang Tahun 2025 dipusatkan di Balai Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung pada Senin (26/5).
Bupati Warsubi canangkan BBGRM ke-XXII dan meluncurkan program Desa Tematik Kabupaten Jombang Tahun 2025 dipusatkan di Balai Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung pada Senin (26/5).

JombangBanget.id - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto, dalam laporannya menyampaikan berbagai capaian dan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Salah satunya adalah kegiatan "Susuk Wangan Saluran Irigasi" di Dusun Ngrowo, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung sebagai bentuk nyata keberlanjutan gotong royong.

Dalam rangkaian BBGRM, telah digelar pula Lomba BBGRM tingkat Kabupaten Jombang tahun 2025.

”Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jombang Nomor 100.3.3.2/117/415.10.1.3/2025, tiga desa berhasil meraih predikat terbaik: Desa Gambiran (Kecamatan Mojoagung) sebagai Terbaik I, Desa Gedangan (Kecamatan Mojowarno) sebagai Terbaik II, dan Desa Senden (Kecamatan Peterongan) sebagai Terbaik III", paparnya.

Selain itu, beberapa desa juga disiapkan untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur, yang saat ini dalam tahap verifikasi lapangan.

Desa-desa tersebut meliputi Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh untuk Lomba Inovator Teknologi Tepat Guna (TTG).

Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang untuk Lomba Tim Pembina Posyandu.

Dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang yang mewakili Lomba BUMDes.

Pada program 100 hari kerja bupati, Sholahuddin juga menyampaikan telah terbentuk 10 Desa Tematik di Kabupaten Jombang yang ditetapkan melalui SK Bupati Jombang.

Pembentukan desa tematik ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang unik dan berbeda dari desa lain, demi mewujudkan desa yang maju dan sejahtera.

Sepuluh desa tersebut terbagi dalam lima kategori:

Pertama, Desa Wisata masing-masing Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng; dan Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.

Kedua, Desa Ketahanan Pangan masing-masing di Desa Made, Kecamatan Kudu; dan Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam.

Ketiga Desa Digital masing-masing di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng; dan Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Keempat, Desa Kreatif masing-masing Desa Plumbongambang, Kecamatan Gudo; dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek.

Kelima, Desa Tembakau menyebar di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh dan Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang juga melaksanakan program Nomor Induk Aparatur Pemerintah Desa (NIAPD).

Program ini bertujuan untuk mendorong pembangunan desa berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola organisasi.

Meliputi inventarisasi data, pemberian NIAPD, pembinaan administrasi, serta pengembangan basis data yang akurat.

Penyerahan NIAPD secara simbolis turut dilakukan dalam acara ini.

Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan pada perlindungan sosial bagi aparatur desa.

Disampaikan oleh Kadis PMD Sholahuddin bahwa Data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Jombang saat ini mencakup 2.398 anggota BPD, 3.476 perangkat desa, dan 9.804 ketua RT dan RW.

Ke depannya, diharapkan sekitar 9.665 kader desa juga dapat diikutsertakan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pada kesempatan tersebut secara simbolis, santunan BPJS Ketenagakerjaan juga diserahkan kepada ahli waris almarhum Wuliyono (Pemerintah Desa Plemahan, Sumobito) dan almarhum Supriadi (Perangkat RT/RW Desa Bareng, Bareng). (dwi/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #gotong royong #DPMD Jombang #kategori #Desa #Desa Kita #Jombang #desa tematik