JombangBanget.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang terus berakselerasi menyusun rencana detail tata ruang (RDTR).
Tahun ini ada enam wilayah perencanaan atau kecamatan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan iklim investasi yang pasti dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, bidang tata ruang dan pertanahan terus berupaya menuntaskan RDTR tiap kecamatan.
Tahun lalu sudah menyelesaikan penyusunan di delapan kecamatan.
Masing-masing Kecamatan Ploso, Mojowarno, Jombang, Bandarkedungmulyo, Perak, Tembelang, dan Peterongan serta Kecamatan Diwek.
”Tahun ini dilanjutkan enam wilayah perencanaan atau kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Kabuh, Kudu, Sumobito, Wonosalam, Gudo, dan Kecamatan Megaluh,” kata Bayu kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Penyusunan RDTR enam wilayah kecamatan itu bertujuan untuk mendetailkan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
”Sekaligus menyediakan instruimen legal yang lebih spesifik lagi dalam proses penyelenggaraan perizinan berusaha,” imbuh dia.
Pihaknya berkomitmen mempercepat penyusunan materi teknis RDTR. Ini dilakukan untuk mendukung kepastian bersusaha bagi investor.
”Ketika RDTR ini sudah ditetapkan dan menjadi peraturan bupati (Perbup) serta terintegrasi dengan sistem OSS (online single submission), maka proses perizinan seperti KKPR (kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang) dapat terbit secara otomatis melalui mekanisme KKKPR (konfirmasi kegiatan pemanfaatan ruang),” ujar Bayu.
Penyusunan itu menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memberi kepastian hukum bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam berinvestasi di Jombang.
”Sehingga Maret lalu kami sudah melaksanakan FGD (focus group discussion) pertama,” ujar dia.
Forum itu membahas laporan pendahuluan materi teknis RDTR. Melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, perwakilan kecamatan, serta tim penyusun didampingi konsultan pihak ketiga.
”Dalam FGD itu dibahas berbagai hal penting, mulai penyepakatan luas wilayah perencanaan, identifikasi isu strategis masing-masing sektor hingga pemaparan rencana kerja penyusunan RDTR,” tutur dia.
Hasil dari forum diskusi itu menjadi landasan tim melanjutkan survei ke lapangan. ”Serta mengumpulkan data primer di setiap wilayah perencanaan,” kata Bayu. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz