Jombangbanget.id - Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) masing-masing embarkasi belum turun sampai kemarin.
Namun Kemenag Jombang sudah memulai persiapan. Sebanyak 900 calon jemaah haji (CJH) yang masuk dalam daftar keberangkatan sudah mengurus paspor dan visa.
’’Untuk nilai Bipih tiap embarkasi masih menunggu keputusan presiden. Namun jemaah sudah mulai kita siapkan.
Dokumen paspor Jombang sudah selesai 80 persen, dan manasik juga sudah kita lakukan,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, kemarin
Ada 900 jemaah yang masuk daftar keberangkatan haji 2025 sesuai data Siskohat. Mereka semua, saat ini tinggal menunggu pengumuman keppres tentang pelunasan.
’’Ketika keppres turun, tinggal pelunasan saja, karena paspor dan bio visa sudah siap,’’ jelasnya.
Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya jadwal yang mepet saat pelunasan Bipih nanti. Apalagi, Kabupaten Jombang diinformasikan akan berangkat pada gelombang pertama.
’’Saya dapat info dari pusat bahwa keberangkatan Jombang gelombang pertama. Jadi per 1 Mei jemaah sudah masuk Asrama Haji Sukolilo. Kemungkinan Jombang akan berangkat tanggal 5 atau 6 Mei,’’ jelasnya.
Disinggung terkait besaran Bipih embarkasi Surabaya, Muhajir menegaskan menunggu keputusan presiden. Namun ia meyakini nilainya akan turun dibandingkan tahun lalu.
’’Kemarin yang sudah turun kan secara nasional, ini sekarang tinggal menunggu per embarkasi termasuk Surabaya. Untuk nilainya pasti turun, karena embarkasi nasional kan turun. Kita berharap bisa lebih rendah dari tahun kemarin,’’ urainya.
Bipih adalah biaya yang harus dibayar jemaah saat pelunasan. Tahun lalu, Bipih nasional Rp 56.046.172. Sedangkan Bipih embarkasi Surabaya Rp 60.526.334. Karena saat awal mendaftar sudah setor Rp 25 juta, jemaah tinggal menambah kekurangannya Rp 35,5 juta.
Tahun ini, Bipih nasional turun menjadi Rp55.431.750,78. Sedangkan Bipih tiap embarkasi masih menunggu keputusan presiden. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz