JombangBanget.id – Upaya pemkab menata PKL di kawasan Taman Kebonrojo, utamanya di Pujasera Kebonrojo belum menunjukkan hasil konkret.
Rencana membersihkan lapak PKL yang sudah lama ditinggalkan pedagang sehingga kumuh juga belum berjalan.
”Untuk yang di dalam (Pujasera) belum (dibersihkan), karena masih harus diskusi lagi (dengan paguyuban),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan, Jumat (13/9).
Sambil menunggu pertemuan dengan paguyuban pedagang di Pujasera Kebonrojo untuk pencocokan data pedagang, pihaknya juga sudah menggelar pertemuan dengan paguyuban PKL yang berjualan di pinggir jalan atau luar pujasera.
”Kami sudah ketemu, informasi awal ada 29 pedagang berjualan di luar,” imbuh dia.
Selain menghimpun jumlah pedagang, menurut Amin, langkah itu juga dilakukan sebagai upaya pemkab melakukan pendekatan.
Karena rencana awal, ketika lapak bagian dalam pujasera sudah bersih dan tertata, bakal dijadikan salah satu opsi untuk tempat pedagang luar.
”Makanya butuh diskusi lagi, biar mereka (PKL pinggir jalan) juga legowo mengikuti aturan,” ujar Amin.
Selain itu, pihaknya juga tidak bisa gegabah untuk melakukan pembersihan lapak PKL di pujasera yang tak lagi ditempati jualan, lantaran harus mengantongi data secara lengkap dan mengkrosceknya di lapangan.
”Pedagang lama yang ingin kembali jualan tetap kita beri kesempatan, tapi bagi yang sudah tidak ada niat jualan, nanti lapaknya akan kita bersihkan untuk kita tata kembali,” terangnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengupayakan melakukan pertemuan lagi dengan paguyuban PKL Pujasera Kebonrojo.
”Secepatnya kita gelar pertemuan dengan paguyuban,” singkatnya.
Seperti diberitatakn sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang serius menata pedagang Pujasera Kebonrojo.
Terhadap pedagang yang tak lagi menempati lapaknya untuk berjualan, DLH memberikan waktu 14 hari terhitung sejak 30 Juli untuk membersihkan lapaknya atau kembali berjualan.
”Kalau tidak dilakukan, terpaksa kami yang akan membersihkan,” kata Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan, Senin (5/8).
Data dihimpun, ada dua blok di area pujasera. Masing-masing blok A dan blok B.
Form data diterima DLH Jombang dari paguyuban, untuk blok A berada di sebelah selatan, terdapat 65 lapak termasuk area outdoor mainan anak.
15 lapak kosong, sisanya atau 50 lapak dipergunakan 39 pedagang. Sedangkan di blok B atau sebelah utara total ada 55 lapak, meliputi 15 lapak kosong dan 30 lapak dipakai 39 pedagang. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz