JombangBanget.id – Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar bersumber APBD perubahan 2024 untuk pengadaan lahan hunian tetap (huntap) bagi warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam terdampak bencana tanah longsor.
Saat ini masih dilakukan feasibility study untuk menentukan titik lahan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengatakan, pemkab sudah menganggarkan kebutuhan lahan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana tanah longsor.
”Jadi sudah dianggarkan di P-APBD sekitar Rp 1,2 miliar, tapi hanya untuk lahan (pengadaan) saja,” kata Agung dikonfirmasi.
Sedangkan untuk pembangunan hunian menurut Agung, sementara belum bisa memastikan.
”Apakah dari provinsi atau pusat belum tahu. Kami tahun ini ditugaskan hanya untuk pengadaan lahan,” imbuh dia.
Karena itu, Agung juga belum bisa menjelaskan sejauhmana teknis pembangunan.
”Skenarionya pembangunan hunian belum tahu,” ujar Agung.
Saat ini proses pengadaan lahan sudah berjalan feasibility study.
”Jadi kegiatannya ada dua proses, FS untuk menentukan pilihan lahannya, kedua dilanjutkan appraisal. Karena mekanisme untuk pengadaan lahan korban bencana harus FS dulu,” kata Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, belasan rumah warga di Dusun Jumok, Desa sambirejo, Kecamatan Wonosalam rusak berat lantaran terdampak tanah longsor (7/3).
Beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden ini. Karena dinilai rawan bahaya, tercatat sedikitnya 36 jiwa dari sekitar 12 KK harus mengungsi.
Sebagai langkah, pemkab membantu warga dengan mendirikan hunian sementara (huntara) di atas TKD Sambirejo untuk tempat tinggal sambil mengusahakan pembangunan hunian tetap. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz