JombangBanget.id – Selain permasalahan jalan rusak, kondisi marka jalan di Jombang patut menjadi perhatian pemerintah.
Pasalnya, di sejumlah ruas jalan kabupaten, kondisi marka jalan banyak yang memudar.
Salah satunya jalan kabupaten ruas Cangkringrandu-Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang.
Pantauan di lokasi, Kamis (5/9) mulai dari perempatan Desa Cangkringrandu ke barat garis marka di tengah jalan masih terlihat jelas.
Namun, di beberapa titiknya menghilang. ”Sudah lama ngecatnya, dua tahunan lebih,” kata Fauzi salah seorang warga.
Sepengetahuan dia, pengecatan marka jalan dilakukan ketika perbaikan jalan rampung.
”Kalau tidak salah setelah jalannya diaspal dicat, setelah itu nggak ada lagi,” ujar dia.
Kondisi serupa juga terpantau di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang.
Garis yang sama warna putihnya lebih banyak yang pudar.
Berbeda kondisi marka jalan kabupaten di Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang beberapa titik jalan masih terlihat jelas.
Dikonfirmasi terkait itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno melalui Kabid Lalu Lintas Johan Kartika mengakui, untuk saat ini sudah tak ada lagi pengecatan marka jalan.
Baca Juga: Proyek Sentra PKL Jl KH Ahmad Dahlan Gagal Selesai, Pemasangan Wahana Playground Jalan Terus
Itu setelah untuk kegiatan pengecatan tuntas dilakukan. ”Jadi hanya di awal tahun saja, masuk APBD reguler,” kata Johan.
Sehingga, secara otomatis beberapa titik jalan yang markanya pudar tak bisa ditangani tahun ini.
”Untuk P-APDB 2024 tidak ada, kemungkinan tahun depan baru bisa,” imbuh dia.
Dikatakan, untuk pengecatan marka jalan selain menjadi kewenangan pihaknya juga OPD teknis.
Tepatnya ketika pekerjaan jalan atau perbaikan dilakukan beserta pengecatan marka.
”Kami masuk pemeliharaan marka jalannya, jadi selain garis lurus dan membujur putus-putus ada juga zebra cross,” kata Johan.
Johan menerangkan, anggaran pengecatan marka jalan pada APBD 2024 dianggaran mencapai Rp 800 juta.
Anggaran sebesar itu untuk menangani sekitar 20 titik ruas jalan kabupaten.
”Tahun ini hampir Rp 800 juta, terbagi menjadi 20 titik,” ujar Johan.
Sejumlah ruas jalan itu di antaranya, Jalan KH Romli Tamim, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pahlawan, Jalan Airlangga, Jalan Adityawarman, Jalan Gajah Mada, Jalan Bupati R Soedirman, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan Kapten Pierre Tendean, dan Jalan Mayjend Sungkono. ”Jadi titiknya tersebar,” imbuhnya.
Puluhan titik itu tak semuanya dicat hingga sepanjang ruas atau tuntas 100 persen.
Sebab, anggaran terbatas sehingga harus dibagi. ”Jadi harus dibagi, ada di jalan menuju sekolahan, rumah sakit dan keperluan pita kejut,” tutur dia.
Untuk saat ini, seluruh pekerjaan pengecatan rambu sudah tuntas. Tak ada lagi pemeliharaan.
”Jadi sekarang (pekerjaan) sudah selesai semua, karena APBD reguler di awal tahun,” kata Johan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz