JombangBanget.id – Anggaran penanganan stunting di Kabupaten Jombang cukup tinggi.
Nilainya secara keseluruhan mencapai Rp 107 miliar.
Dari total anggaran tersebut, hanya sekitar 5 persen yang diberikan langsung sebagai bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan).
”Rp 107 miliar tersebut ada di 13 OPD di Kabupaten Jombang,” kata Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Jumat (9/8).
Sekda Agus menambahkan, sebanyak 13 OPD tersebut dibagi, antara OPD yang sensitif dan ada OPD yang spesifik.
Termasuk nilai anggaran yang diberikan masing-masing OPD juga tidak sama.
Agus memastikan seluruh anggaran tersebut mengalir kepada seluruh balita stunting.
Hanya saja bentuknya berbeda-beda, ada yang dalam bentuk sosialisasi, ada yang peningkatan kapasitas kader, termasuk PMT.
Dari total anggaran tersebut, yang dipakai untuk PMT hanya sekitar 5 persen atau sekitar Rp 5,35 miliar.
”Yang mengalir ke perut balita stunting dan ibu hamil sekitar 5 persen, mengalir ke perut artinya bantuan dalam bentuk PMT,” jelasnya.
Agus menegaskan, tahun ini Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo meminta agar penanganan stunting dilakukan lebih masif.
Anggaran diminta lebih banyak diberikan dalam bentuk bantuan PMT, dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial.
”Ke depan kita berusaha kalau bisa yang spesifik kita tonjolkan daripada yang lain, yaitu dengan pemberian PMT,” jelasnya.
Dijelaskan masih ada sekitar 3.811 balita stunting sesuai dengan data bulan Juli yang dirilis pada 5 Agustus.
”Rp 107 miliar begitu kita cermati ada sub-sub kegiatan penanganan stunting,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz