JombangBanget.id – Pembangunan kisdam untuk perbaikan pintu enam Dam Karet Jatimlerek Jombang yang jebol hampir tuntas.
Untuk mengurangi beban kisdam, hampir keseluruhan pintu dam dibuka.
Kecuali pintu nomor tiga di sisi utara.
Hal ini berdampak pada pengambilan air menggunakan mesin pompa dari Sungai Brantas sempat tersendat.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, laporan diterima pihaknya pembangunan kisdam hampir tuntas.
”Sudah tersambung dari bibir sungai ke pilar,” kata Sultoni.
Untuk mengurangi beban kisdam, hampir semua pintu dam dibuka, menyisakan pintu tiga di sisi utara atau di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang.
Hal ini menjadikan debit air sungai di hulu dam berkurang.
”Jadi, untuk mengurangi beban kisdam, ada pintu yang dibuka supaya muka air tidak semakin tinggi,” imbuh dia.
Kondisi itu, lanjut Sultoni, juga berdampak ke intake Saluran Induk Jatimlerek.
Pengambilan air menggunakan mesin pompa dari Sungai Brantas ke lokasi itu sempat tersendat.
”Kalau dibuka semua, di hulu akan habis dan tidak bisa dimanfaatakan ke irigasi pertanian. Sehingga, sekarang hanya mengatur ketinggian atau muka air saja,” ujar Sultoni.
Sampai saat ini tiga mesin pompa yang dioperasikan masih berfungsi.
Meski sempat mengalami kerusakan, saat ini sudah dilakukan perbaikan.
”Minggu lalu satu unit sempat trouble lagi dan sudah selesai diperbaiki,” tutur dia.
Disinggung terkait identifikasi kerusakan pintu dam, Sultoni belum mengetahui persis.
Karena sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak pemilik kewenangan sungai.
”Jadi, dari balai (BBWS Brantas) nanti ada tim dan tenaga ahli, mudah-mudahan karet yang rusak tidak parah. Biar bisa cepat ditangani, karena sampai sekarang kami belum tahu kondisi robekannya lebar dan tidaknya,” kata Sultoni.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas kelimpungan.
Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso.
”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terang Kepala Disperta Jombang M Rony, Rabu (15/5).
Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan dua unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah.
Sementara itu, perbaikan kerusakan pada pintu enam Dam Karet Jatimlerek hingga kini belum bisa dilakukan.
Petugas hingga kini masih terus mengebut pembangunan tanggul darurat (kisdam) di area pintu 6 dam karet.
Setelahnya petugas baru bisa mengecek tingkat kerusakan dan menentukan langkah perbaikan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz