JombangBanget.id – Kesulitan pengairan sawah akibat jebolnya Dam Karet Jatimlerek Jombang dirasakan pula sejumlah petani di Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan, Jombang.
Agar tetap bisa memenuhi kebutuhan air bagi sawah yang terlanjur ditanami padi, kini dipasang pompa.
Sejumlah petugas dari PSDA Ploso terlihat sibuk menata sebuah pompa besar di pinggir kali Beng di Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan, Jombang.
Lokasinya, berada tak jauh dari rumah pompa Gebangbunder.
Tanggul Kali Beng yang tinggi, terlihat dikepras untuk mobilisasi pompa ini.
Sementara beberapa petugas lainnya, menata pipa penyedot dan pipa penyalur di lokasi itu.
“Itu memang dampak dari penanganan di Dam Karet Jatimlerek juga, karena debit Sungai Brantas turun, debit Kali beng juga turun sehingga air tidak bisa disedot lewat rumah pompa yang ada,” terang Sultoni, Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Jombang.
Pihaknya menyebut, sebenarnya rumah pompa itu berfungsi normal, mesinnya juga tak ada kendala.
Namun, karena debit air kecil dan lubang sedot di Kali Beng rendah, sehingga air tak bisa dipompa.
“Karena itu kemarin kita minta bantuan pompa untuk menyedot, karena Gebangbunder juga membutuhkan irigasi karena beberapa sawah terlajur ditanami padi. Sementara dari Saluran Induk Jatimlerek tidak menjangkau,” imbuhnya.
Baca Juga: Rencana Kisdam Ditinggikan, Butuh Dua Lapis Jumbo Bag, Soal Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol
Hingga Sabtu (22/6) siang, Sultoni menyebut proses penataan dan setting mesin pompa itu masih dilakukan.
“Masih disetting, karena kemarin sudah sempat dicoba tapi saluran penyedotnya terhalang lumpur, jadi harus digeser dulu,” pungkasnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz