JombangBanget.id – Rencana Pemkab Jombang merevitalisasi bangunan Pasar Ploso batal dikerjakan tahun ini.
Salah satunya dikarenakan waktu terlalu mepet.
Meski begitu, tahun ini pemkab sudah bisa mengerjakan pembangunan tempat penampungan sementara pedagang yang dialokasikan mencapai Rp 1 miliar untuk membangun ratusan lapak sementara bagi pedagang.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Edy Yulianto mengatakan, untuk pembanguan lapak berada di kewenangan pihaknya.
Selain mengirim berkas paket dengan pagu Rp 1 miliar ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang juga melakukan koordinasi OPD teknis.
”Jadi, kami sudah komunikasi dengan disdagrin (dinas perdagangan dan perindustrian) untuk operasional atau pemindahannya,” kata Edy.
Dikatakan, untuk kewenangan itu ada di OPD teknis.
”Biarpun kami yang bangun lapak sementara, tetap harus ada sosialisasi ataupun operasional bagi pedagang,” imbuh dia.
Meski demikian, menurut Edy, tahun ini pemkab hanya fokus membangun lapak penampungan sementara pedagang.
”Kapan pedagangnya dipindah sudah kami komunikasikan disdagrin, bagaimana keputusannya. Karena kita hanya mempersiapkan lahan tempatnya saja,” ujar Edy.
Sebab, masih menurut Edy, tahun ini proyek tersebut belum menyentuh pekerjaan fisik pasar.
Baca Juga: Usai Belanja di Pasar Ploso, Warga Jombang Dijambret, Dompet dan Handphone Raib
”Kepastian kapan pembangunan fisik (Pasar Ploso) teman-teman disdagrin yang lebih tahu. Karena angarannya ini kan dari provinsi, khususnya Disdagrin Jatim,” kata Edy.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Pemkab Jombang merevitalisasi bangunan Pasar Ploso menggunakan anggaran bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemprov Jatim tahun ini tertunda.
Pasalnya, pemprov baru mengeluarkan persetujuan pengggunaan BKK di pertengahan tahun 2024, sementara pengerjaan fisik diprediksi memakan waktu hingga tujuh bulan.
Sehingga, tahun ini pemkab hanya mengerjakan pembangunan tempat penampungan sementara pedagang yang dialokasikan mencapai Rp 1 miliar.
Sesuai rencana, lapak untuk relokasi sementara pedagang itu bakal dibangun di Lapangan Bawangan di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang.
Direncanakan dibangun sekira 100 lebih lapak. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz