JombangBanget.id - Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mengaku belum melakukan monitor terkait program bantuan bibit pisang sebesar Rp 2,1 miliar dari APBD tahun 2020 itu.
Bahkan, pihaknya tidak mengetahui pasti perkembangan dan kondisi di lapangan.
”Ya, saat ini hanya laporan saja dari petani,” ujar Kepala Dinas Pertanian M Ronny saat dikonfirmasi (11/6).
Dirinya menyebutkan, program tersebut sudah empat tahun yang lalu tentu bibit sudah berganti anakan.
”Memang laporan dari petani sudah ada yang berbuah dan ada juga yang tidak berkembang,” bebernya.
Bantuan bibit pisang ini dibagikan di empat wilayah kecamatan.
Di antaranya, Kecamatan Ngoro, Mojowarno, Bareng, dan Kecamatan Wonosalam, Jombang.
Dirinya tak menampik kondisinya ada sebagian tidak berjalan dengan baik.
”Yang berjalan dengan baik itu di Kecamatan Wonosalam,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, untuk di Kecamatan Wonosalam sendiri mulai dari perawatan tanamannya sangat bagus.
Hingga ada pemasarannya sendiri.
”Kalau di Wonoalam itu ada pemasarannya pihak ketiga sunpride yang mengambili hasil panen dari petani,” ungkapnya.
Saat ditanya terkait dengan pendampingan dan pengawasan dari dinas terkait pisang tersebut, ia mengaku masih belum termonitor.
”Wah, itu belum termonitor lagi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, proyek pengadaan bibit pisang semi kultur jenis mas kirana di Disperta Jombang tahun 2020 menyedot anggaran mencapai Rp 2,1 milliar.
Program ini sempat menuai pro kontra.
Selain menelan anggaran yang besar, sosialisasi dan perencanaan program juga lemah.
Salah satunya terlihat dari karut-marutnya pendataan penerima program termasuk jenis bibit pisang yang oleh sebagian kalangan disebut tidak sesuai ditanam di Jombang.
Lantaran sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang merupakan dataran rendah, sementara pisang mas kirana cocok ditanam di dataran dengan ketinggian 300 meter dpl (di bawah permukaan laut).
Sebagian pengamat bahkan mendorong agar program dibatalkan.
Dalam perkembangannya, proyek pengadaan bibit pisang tetap dilanjutkan.
Ribuan bibit pisang dibagikan kepada poktan yang tersebar di empat kecamatan.
Masing-masing Kecamatan Mojowarno, Ngoro, Bareng, dan Kecamatan Wonosalam. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz