Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemasangan Jumbo Bag di Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol Capai Segini, Ditarget Minggu Depan Segera Identifikasi Kerusakan

Ainul Hafidz • Sabtu, 15 Juni 2024 | 19:10 WIB
SEPARO TERPASANG: Pekerja tengah memasang jumbo bag untuk pembangunan kisdam di pintu enam Dam Karet Jatimlerek Jombang yang jebol.
SEPARO TERPASANG: Pekerja tengah memasang jumbo bag untuk pembangunan kisdam di pintu enam Dam Karet Jatimlerek Jombang yang jebol.

JombangBanget.id – Pembuatan kisdam atau tanggul darurat untuk pengecekan kerusakan Dam Karet Jatimlerek terus dikebut.

Saat ini pembangunan kisdam sudah mencapai sekitar 50 meter.

Ditargentkan pekan depan pembangunan kisdam tuntas.

Pantauan di lokasi, Jumat (14/6) siang, terlihat pekerja menerjunkan alat berat guna memasang jumbo bag.

Sementara sejumlah pekerja lainnya sibuk memasukkan tanah ke dalam jumbo bag.

M Effendi salah satu petugas Dam Karet Jatimlerek sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang mengakui, pembangunan kisdam belum tuntas.

Pembangunan tanggul darurat menggunakan tumpukan jumbo bag sudah mencapai sepanjang 50 meter.

”Kira-kira sekarang tinggal 15-20 meter yang belum terpasang jumbo bag,” kata Effendi.

Karena tak mengalami kendala material pasir, menurut dia, diprediksi minggu depan pemasangan jumbo bag untuk menahan aliran Sungai Brantas di area pintu enam sudah tuntas.

”Paling tidak empat atau lima hari ke depan sudah selesai,” imbuh dia.

Pembangunan kisdam diperuntukkan untuk penanganan darurat sekaligus identifikasi tingkat kerusakan pintu enam Dam Karet yang jebol.

Baca Juga: Pembangunan Kisdam Belum Rampung, Baru Segini Terpasang Jumbo Bag, Soal Penanganan Pintu Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol

”Pertama akan dicek dahulu sejauhmana kerusakan pintu enam, apakah cukup ditambal atau diganti,” ujar Effendi.

Berdasarkan keterangan yang diterima dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Brantas, sudah ada opsi ketika jebolan pintu itu bisa ditangani secara darurat.

”Akan ditambal, waktunya biasanya sampai dua bulan. Melihat tingkat kerusakan. Jadi, ada tim teknis yang menangani,” ujar Effendi.

Berbeda ketika kerusakan sudah parah, menurut Effendi, pintu dari material karet itu bakal diganti yang baru, sesuai opsi yang disampaikan pihak pemilik kewenangan sungai.

”Ketika jebolnya di dasar harus diganti, nanti jumbo bag akan ditambah lagi dan ditinggikan,” ujar Effendi.

Seperti diberitakan sbeelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas kelimpungan.

Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso, Jombang.

”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terang Kepala Disperta Jombang M Rony, Rabu (15/5).

Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan dua unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #penanganan #jebol #Jatimlerek #BBWS Brantas #Megaluh #Jombang #sudimoro #Plandaan #pembangunan #Kisdam