Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sudah Ada Operasi Pasar, Harga Beras di Jombang Masih Mahal

Anggi Fridianto • Sabtu, 16 Maret 2024 | 16:05 WIB
ANTRE: Sejumlah warga antre mendapatkan beras SPHP saat operasi pasar Jumat (15/3).
ANTRE: Sejumlah warga antre mendapatkan beras SPHP saat operasi pasar Jumat (15/3).

JombangBanget.id – Operasi pasar yang dilakukan Pemkab Jombang sejak beberapa waktu lalu, masih berjalan.

Namun hingga Jumat (15/3), belum berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok, khususnya beras di pasar yang masih tinggi.

Di laman Siskaperbapo Disperindag Provinsi Jawa Timur misalnya, harga kebutuhan pokok di Jombang berbeda.

Seperti di Pasar Pon Jombang, harga beras medium masih bertahan di angka Rp 13.000 sampai Rp 14.000 per kilogram (Kg).

Harga beras premium lebih mahal masih tembus di angka Rp 15.000 per kilogram.

Sedangkan di Pasar Cukir, beras medium ada penurunan dari Rp 13.000 menjadi Rp 12.500.

Sementara untuk jenis premium masih tetap Rp 16.000 per kilogram.

Kondisi tak begitu jauh juga terpantau di Pasar Ploso, harga beras medium yang mencapai Rp 13.000 dan beras premium Rp 16.000 per kilogram.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Pj Bupati Jombang Sugiat tak menampik harga beras masih tinggi.

”Ya, memang beberapa hari terakhir harga beras cukup tinggi. Ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya, panen mundur pengaruh anomali cuaca mulai El nino dan sebagainya,’’ ujarnya saat gelar pangan murah, Jumat (15/3).

Lantas seberapa efektif operasi pasar yang digelar? Pj mengaku belum mampu memberikan dampak penurunan harga di pasar secara langsung.

Baca Juga: Stok Beras Premium di Pasar Tradisional Jombang Terbatas, Harganya Selangit

”Kalau kita bicara soal efektivitas, memang perlu evaluasi. Karena kalau berpengaruh secara langsung sehingga harga turun itu tidak mungkin. Namun demikian, paling tidak ini bisa meringankan beban masyarakat, khususnya kurang mampu,’’ jelas dia.

Ia optimistis, harga beras maupun kebutuhan pokok lainnya bisa ditekan dengan upaya intervensi.

Seperti operasi maupun gelar pangan murah di Mapolres Jombang, Jumat (15/3) pagi.

Pemkab Jombang menyediakan 4 ton beras dengan harga Rp 10.200 per kilogram, 50 kg telur yang dijual Rp 28.000 per kilogram, 100 liter minyak goreng kemasan bantal dengan harga Rp 15.000 per liter.

Serta 50 kilogram daging ayam yang dijual dengan harga Rp 26.000 - Rp 31.000 per kilogram tergantung ukuran.

Ia menegaskan, harga bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar cenderung lebih murah.

Ia optimistis harga bahan pokok di pasar, khususnya beras akan turun.

”Saya yakin dengan langkah intervensi seperti ini, dengan syarat terus menerus secara kontinyu, baik operasi pasar, pangan murah, pasti akan berpengaruh terhadap harga. Dengan harapan harga khususnya beras semakin terjangkau di masyarakat,’’ paparnya.

Berdasar rapat evaluasi perkembangan inflasi bersama Kemendagri, Pj menyebut score inflasi untuk Jombang menurun.

Dari data BPS, indeks perkembangan harga (IPH) sebelum Ramadan di Jombang mencapai 6,679 persen.

Saat ini menurun jadi 0,126 persen. ”Kita optimistis inflasi bisa kita tekan dengan optimal,’’ pungkas Sugiat. (ang/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #mahal #inflasi #tpid #kebutuhan #operasi #Jombang #pokok #pasar #harga #beras