JombangBanget.id – Pecatur cilik asal Kabupaten Jombang, Ufaira Salsabila Fitria, berhasil meraih penghargaan Pecatur Wanita Terbaik Peringkat 5 dalam Turnamen Catur Nasional Checkmate 2026 yang digelar di Kota Madiun, Minggu (31/5).
Turnamen yang diselenggarakan Percasi Kota Madiun bekerja sama dengan Percasi Jawa Timur tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 serta tasyakuran dan peresmian pabrik CV Citra Aneka Pangan dan gudang CV Agro Citra Lestari.
Kejuaraan diikuti sekitar 850 pecatur dari berbagai daerah dengan menggunakan sistem pertandingan Swiss Manager sesuai regulasi terbaru FIDE dan Percasi.
Ufaira yang lahir pada 8 Juli 2016 merupakan siswi kelas 3 MI Urwatul Wutsqo. Putri pasangan Kunawi dan Susiyah itu mampu menunjukkan performa impresif hingga masuk dalam jajaran pecatur putri terbaik pada ajang nasional tersebut.
Baca Juga: Tekan Potensi Kecelakaan, Truk Besar dan Bus Pariwisata Dialihkan ke Ring Road Mojoagung Jombang
Dalam turnamen itu, Ufaira menjalani tujuh babak pertandingan dan mengumpulkan total lima poin. Ia menghadapi sejumlah lawan dari Kota Kediri, Kabupaten Mojokerto, hingga Bali.
Ibunda Ufaira, Susiyah, mengatakan keberhasilan putrinya tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui disiplin dan latihan yang dilakukan secara konsisten.
”Menjadi juara bukan hasil kebetulan, tetapi akumulasi dari disiplin tinggi dan semangat berlatih yang terus dijaga. Mental juara dibangun dengan memiliki tujuan yang jelas, motivasi yang kuat, serta kemampuan bangkit setelah mengalami kegagalan,” ujarnya.
Menurutnya, selain latihan rutin, kepercayaan diri dan kedisiplinan menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan kemampuan atlet muda.
Sementara itu, Ufaira mengaku selalu berusaha menjaga semangat berlatih dengan bergaul bersama teman-teman yang memiliki tujuan yang sama dalam olahraga catur.
”Saya mengikuti tujuh babak pertandingan dan mendapatkan total lima poin. Saya juga selalu menjalankan arahan dari pelatih di Klub Catur Pionmas Jombang,” katanya.
Ufaira menambahkan, selain berlatih teknik dan strategi, ia juga menjaga pola istirahat serta asupan nutrisi agar tetap fokus saat bertanding.
Ia mengaku lebih memilih menikmati proses belajar dan terus mengevaluasi hasil latihan untuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
”Latihan catur saya jadikan kegiatan yang menyenangkan. Saya fokus pada proses belajar dan peningkatan strategi yang diberikan pelatih,” tuturnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz