JombangBanget.id – Polemik keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah asal Jombang belum juga usai. Setelah sempat ricuh saat keberangkatan akhir Agustus lalu, kini kepulangan 26 jemaah molor dari jadwal.
Mereka yang seharusnya pulang pada 12 September, hingga 14 September masih tertahan di Makkah dan baru dijadwalkan kembali ke tanah air pada 15 September.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menegaskan pihaknya turun tangan langsung dengan mendatangi kantor PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) di Mojokerto.
Baca Juga: Sempat Terkatung-katung, 192 Jemaah Umrah Jombang Bertahap Tinggalkan Tanah Suci
Langkah itu diambil karena komunikasi via telepon dengan pihak travel tidak membuahkan hasil. ”Saya sudah koordinasi ke kantor ITS untuk memastikan kepulangan jemaah. Karena lewat telepon belum bisa dihubungi,” ujarnya.
Dari total sekitar 193 jemaah, 111 sudah tiba di tanah air. Sementara 26 masih di Makkah dan 56 lainnya berada di Madinah. ”Informasinya besok tanggal 15 September dipulangkan,” terang Ilham.
Ia memastikan kondisi jemaah tetap terpantau. Selama menunggu, mereka ditempatkan di hotel dengan konsumsi yang cukup serta masih bisa beribadah di Masjidilharam. ’’Saya juga konfirmasi, alhamdulillah hotelnya aman dan nyaman, makan juga tersedia cukup,” ujarnya.
Baca Juga: Meski Besok Pulang, 118 Jemaah Umrah Jombang Ternyata Belum Pegang Tiket
Keterlambatan ini disebut berkaitan dengan persoalan tiket penerbangan. Menurut pihak ITS, dana tiket sudah ditransfer ke agen, namun tiket tidak diterbitkan sekaligus melainkan dicicil. Hal itu membuat jadwal kepulangan harus disesuaikan. ”Pernyataannya siap memberangkatkan dan memulangkan. Hanya jadwalnya mundur,” beber Ilham.
Sementara 56 jemaah di Madinah dijadwalkan pulang bersamaan pada 15 September setelah menyelesaikan rangkaian ziarah, mulai dari Masjid Nabawi, Raudhah, hingga Jabal Uhud. ”Jadi nanti pulangnya bersamaan dan akan tetap kita kawal,” tegas Ilham.
Diberitakan sebelumnya, rencana keberangkatan 196 calon jemaah umrah melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) berujung ricuh, Minggu (30/8).
Mereka yang sudah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin sejak dini hari mendadak diberi tahu pihak travel hanya sekitar 40 orang bisa berangkat hari itu. Para Jemaah pun melayangkan protes keras.
Persoalan kemudian dimediasi di Satreskrim Polres Jombang dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang. Hasilnya, pihak travel menyanggupi memberangkatkan seluruh jemaah secara bertahap dalam waktu tiga hari.
Sebanyak 20 jemaah berangkat pada 31 Agustus dan 120 jemaah pada 1 September. Serta 58 lainnya berangkat pada 5 September 2026.
Ketua III Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muslimat NU Jombang Ema Ummiyatul Chusnah membeberkan, seluruh jemaah telah melunasi 100 persen kewajiban pembiayaan dan administrasi.
Namun, saat 196 jemaah sudah berkumpul di lokasi pelepasan pada Minggu (30/8), pihak travel mendadak mengubah jadwal hanya satu jam sebelum keberangkatan.
Baca Juga: Sudah di Tanah Suci, Tiket Pulang Jemaah Umrah Jombang Belum Jelas
”Kesepakatan awal, 196 jemaah berangkat semua karena seluruh biaya sudah lunas. Tapi informasi perubahan justru disampaikan mendadak satu jam sebelum berangkat saat semua jemaah sudah berkumpul. Sampai hari ini baru 20 orang yang akhirnya berangkat,” tegas Ema dalam keterangannya, Senin (31/8).
Sementara, Direktur/CEO PT Annisa Ahmada, Erni Khairunnisa, menegaskan perusahaan tidak pernah melarikan dana jemaah maupun membatalkan penerbangan sepihak.
Menurutnya, sistem keberangkatan memang berbasis grup (kloter) sesuai skema yang disiapkan. ”Tiket penerbangan serta pendampingan di bandara sudah disiapkan sesuai skema per grup,” tegas Erni dalam keterangan resmi. (ang/naz)
Editor : Achmad RW